Kongres IKA STISNU Nusantara Tangerang Tetapkan Ari Sujatmiko sebagai Ketua Umum

oleh -135 Dilihat
banner 468x60

TANGERANG, Cybernewsnasional.com — Ikatan Alumni Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (IKA STISNU) Nusantara Tangerang menetapkan Ari Sujatmiko, alumni angkatan 2019, sebagai ketua umum terpilih dalam Kongres IKA STISNU Nusantara Tangerang yang digelar selama dua hari, Sabtu–Minggu (19–20/9/2026), di Tangerang, Banten.

Kongres yang mengusung tema “Meneguhkan Ukhuwah dan Menguatkan Kontribusi STISNU untuk Bangsa dan Negara” tersebut menjadi momentum konsolidasi alumni sekaligus memperkuat kontribusi lulusan STISNU Nusantara Tangerang bagi almamater dan masyarakat.

banner 336x280

Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama, dan Keagamaan STISNU Nusantara Tangerang, KH. Mohamad Mahrusillah, mengingatkan pengurus baru agar IKA tidak berhenti pada kegiatan seremonial.

“Program kerja harus memiliki tujuan, indikator, keberlanjutan, dan dampak yang dapat dirasakan. IKA dapat mengembangkan forum diskusi, kajian keilmuan, riset sosial-keagamaan, pengembangan kapasitas, kolaborasi, dan harus bisa menjadi mitra kritis serta mitra strategis pemerintah pusat hingga pemerintah daerah,” ujar Mahrusillah.

Menurutnya, keberagaman latar belakang alumni yang tergabung dalam berbagai organisasi eksternal tidak boleh menjadi sekat di tubuh IKA STISNU Nusantara Tangerang.

“Ketika kita masuk dalam rumah besar IKA STISNU, sekat-sekat itu harus kita letakkan terlebih dahulu. Yang kita kedepankan adalah identitas kita sebagai alumni. Jangan ada ego organisasi, ego kelompok, apalagi merasa paling memiliki,” katanya.

Mahrusillah menegaskan, persatuan alumni bukan berarti menyeragamkan perbedaan. Sebaliknya, keberagaman tersebut harus menjadi kekuatan untuk membangun kolaborasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Ari Sujatmiko: IKA Harus Hadir Lewat Karya Nyata

Ketua IKA STISNU Nusantara Tangerang terpilih, Ari Sujatmiko, menegaskan kepemimpinannya akan diarahkan pada pengabdian kepada masyarakat sekaligus memperkuat jejaring alumni.

“Kita harus membangun IKA bukan untuk kebesaran nama pengurus, tetapi untuk kebesaran manfaatnya. Ikatan Alumni ini harus menjadi tempat berkumpulnya pikiran, tenaga, dan gagasan untuk kemudian dikembalikan kepada almamater dan masyarakat banyak. Sebab, setinggi-tingginya ilmu pengetahuan, puncaknya adalah manifestasi dari pengabdian kepada masyarakat,” kata Ari.

Ia juga mengajak seluruh alumni mengoptimalkan potensi dan sumber daya yang dimiliki, baik dari dalam maupun luar organisasi, untuk menjalankan program kerja IKA ke depan.

“Kita harus percaya pada kekuatan sendiri. Alumni memiliki kompetensi, jaringan, dan pengalaman yang beragam. Kalau semuanya kita satukan dalam semangat gotong royong, IKA STISNU tidak akan menjadi organisasi yang hanya menunggu bantuan, tetapi menjadi organisasi yang mampu menciptakan gagasan, membangun jejaring, dan melahirkan karya-karya nyata di tengah masyarakat,” tutur Ari.

Estafet Kepemimpinan IKA STISNU

Sementara itu, Ketua Demisioner IKA STISNU Nusantara Tangerang, Asyik, mengapresiasi pelaksanaan kongres yang menjadi bagian penting dalam keberlanjutan organisasi alumni tersebut.

Ia berharap kepengurusan baru dapat meneruskan fondasi yang telah dibangun sebelumnya, sekaligus menjaga soliditas alumni dan nilai-nilai organisasi.

“Kongres ini menjadi tonggak estafet kepemimpinan yang penting. Kami berharap pengurus baru dapat melanjutkan program yang belum tuntas, menjaga soliditas, dan membawa IKA STISNU semakin berdampak bagi kemajuan almamater serta umat,” kata Asyik.

Dengan terpilihnya Ari Sujatmiko, IKA STISNU Nusantara Tangerang memasuki fase kepengurusan baru dengan tantangan untuk mengubah potensi besar jejaring alumni menjadi program yang berkelanjutan, kolaboratif, dan memberi manfaat nyata bagi almamater maupun masyarakat. (Ups)

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.