TANGERANG, Cybernewsnasional.com – Dalam membengun karakter mahasiswa melalui jurnalis muda berintegritas di era digital, Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU) Nusantara Tangerang menggelar “Pelatihan Jurnalistik” yang Kritis dalam Nalar dan Profesional dalam Karya, Rabu 20 Mei 2026.
Diikuti ratusan mahasiswa, kegiatan yang digelar di Kampus STISNU Nusantara Tangerang menghadirkan narasumber Aktivis Jurnalis Tangerang Raya Andi Lala dan Koordinator Daerah (Korda) Indonesia Creative Cities Network (ICCN) Provinsi Banten M Diponegoro.
Dengan memberikan materi Etika dan Profesionalisme di Era Digital, menurut Ketua Forum Wartawan Tangerang (Forwat) Andi Lala, bahwa pentingnya membengun karakter generasi muda dalam memberikan informasi yang sehat yang dapat mengedukasi di era digital.
Kemampuan tersebut perlu ditanamkan agar generasi muda khususnya mahasiswa dapat memfilter informasi dari media sosial melaui konten produk jurnalistik yang dapat berdampak positif bagi masyarakat.
“Saya ingin menumbuhkan kepada kawan- kawan mahasiswa, bagaimana bisa diimplementasikan rasa ingin taunya, rasa kritisnya, rasa ingin memberikan informasi kepada masyarakat melalui produk jurnalistik. Artinya sangat disayangkan di perkembangan era digital saat ini, rasa ingin tahu, rasa kritisnya mahasiswa ini tidak dijadikan satu hal yang manfaat yaitu produk jurnalistik yang bisa diberikan sebagai informasi kepada publik atau sekolah yang punya dampak positif buat masyarakat,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan, bahwa materi yang disampaikan bagaimana dapat menjadi informasi jurnalistik yang dapat dipertanggungjawabkan di era gempuran masifnya medsos. Hal tersebut sebagai tolak ukur sebagai penyaring informasi yang benar atau sebaliknya melalui satu karya jurnalistik.
“Artinya karya jurnalistik harus bisa dipertanggungjawabkan dan bisa menjadi produk medsos, sebaliknya produk medsos itu tidak bisa dijadikan produk jurnalistik. Untuk para jurnalis muda atau teman mahasiswa, sekali lagi saya menghimbau bahwa rasa kritis, rasa ingin tahu para mahasiswa sebagai agen perubahan ini harus bisa dijadikan sebuah karya jurnalistik yang punya dampak moral pada masyarakat, bahkan bisa menumbuh, kembangkan informasi yang benar untuk menangkal berita- berita yang tidak bisa dipertanggungjawabkan dalam tanda kutip hoax,” tegas Andi Lala.

Selaku Korda ICCN Banten, M Diponegoro dalam memberikan materi menambahkan, bawa selain strategi etika dalam mebuat produk jurnalistik, strategi media kreatif sebagai peran anak muda pun sangat penting bagi industri media kreatif.
Tujuan tersebut, agar generasi muda di Kota Tangerang, terutama salah satunya melalui mahasiswa dapat mengembangkan skill dan berpartisipasi di industri media kreatif yang saat ini sedang berkembang pesat.
“Terkait inovasi, tadi kita sudah tanamkan karakternya bagaimana kita bisa membangun sebuah brand yang pada utamanya adalah membangun sebuah media kreatif dengan memiliki nilai konsistensi dan yang lain, serta mengikuti tren- tren yang ada,” ujar Dipo.
Melalui hal tersebut, Dipo mengharapkan generasi muda dapat lebih berinovasi dalam menciptakan brand- brand baru melalui konten, dan dapat menjadi profesi sebagai konten kreator, Influencer dan Content Network.
“Saya sebagai Korda ICCN kita mau bikin komunitas untuk konten- konten kreator yang ada di Tangerang, terutama dari anak-anak muda dan mahasiswa. Harapannya adalah mereka bisa mengembangkan potensi- potensi dan minat bakat mereka terutama di industri media kreatif atau mungkin sebagai konten kreator sehingga, nantinya profesi mereka sebagai konten kreator atau mereka sebagai pemilik media bisa berkembang, akhirnya mereka bisa merekrut lebih banyak anak- anak muda yang lain untuk kegiatan positif dan produktif dan bisa menciptakan profit bagi mereka,” harapnya.
Dalam mengembangkan sumber daya manusia melalui pengembangan penulisan jurnalis. Rektor STISNU Nusantara Tangerang Dr. M. Qustulani mengatakan, pentingnya kegiatan tersebut dalam rangka membentuk karakter dan penguatan literasi mahasiswa di STISNU Nusantara Tangerang. Sehingga menuangkan rasa kritisnya dalam tulisan dan bentuk narasi berita.
“Ya, pertama kampus ingin mengingatkan bahwa banyak orang besar itu lahir dari jurnalis. Pada dasarnya aktif dalam dunia jurnalis menciptakan ide- ide besar dan nalar kritis yang akan menjadi bagian dari ejawantah atau transformasi agar bangsa kita ini ada kontrol. Dari situ mahasiswa bisa menjadi agent of change, agen perubahan, dan dari sinilah kita akan melahirkan banyak gagasan, ide- ide yang tentu ini akan bermanfaat untuk bangsa, terutama khususnya untuk masyarakat,” ungkapnya.
Menurut Ketua Senat Mahasiswa STISNU Nusantara Tangerang Ilham Farulah berharap, pelatihan jurnalistik yang digelar dapat membuat Mahasiswa STISNU Nusantara Tangerang lebih aktif dalam bermedia dan dapat belajar dalam penulisan jurnalistil yang baik di era digital.
“Nah, kenapa pentingnya? Ya karena, untuk saat ini menurut saya sangat penting di era digital. Karena kita jangan sampai terbawa arus dengan media- media yang mungkin kurang baik. Jadi, kita bisa menyaring dan sebagai mahasiswa bagaimana kita bisa memberikan dan membuat karya jurnalistik yang baik sebagai informasi kepada masyarakat,” harapnya.(Abi)











