Jambore Posyandu 2026, Pramono Dorong Penurunan Stunting Jakarta

oleh -86 Dilihat
banner 468x60

JAKARTA.Cybernewsnasional.com-Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan angka stunting di Jakarta yang saat ini sekitar 17 persen dapat ditekan menjadi 14 persen dalam dua tahun ke depan. Upaya tersebut turut didukung melalui penguatan layanan Posyandu, termasuk penerapan Smart Posyandu yang telah mencapai sekitar 70 persen.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Pramono saat menghadiri Pemberian Apresiasi Kader pada Jambore Kader Posyandu Bidang Kesehatan Tingkat Provinsi DKI Jakarta Tahun 2026 di The Tavia Heritage, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Jumat (11/9).

banner 336x280

“Smart Posyandu kita sudah 70 persen. Kalau perubahan ini terus dapat dijalankan dengan baik, maka Posyandu tidak hanya mengurus kesehatan ibu dan anak, tetapi bisa menjadi lembaga menyeluruh tentang kesehatan warga,” terangnya.

Menurut Gubernur Pramono, Posyandu memiliki peran penting dalam strategi penurunan stunting, terutama melalui pemantauan tumbuh kembang anak, edukasi gizi, imunisasi, serta pendampingan keluarga. Ia meminta Dinas Kesehatan bersama kader Posyandu terus memperkuat upaya pencegahan dan penanganan stunting di seluruh wilayah Jakarta.

Ia menilai peran kader menjadi penting karena bersentuhan langsung dengan masyarakat dan keluarga. Kader turut menggerakkan perilaku hidup bersih dan sehat, mengingatkan imunisasi, memberikan edukasi gizi, serta mendorong warga melakukan pemeriksaan kesehatan.

“Penghargaan ini merupakan pengakuan atas peran penting kader dalam membangun masyarakat Jakarta yang lebih sehat,” katanya.

Kontribusi Posyandu, lanjut Gubernur Pramono, juga terlihat dalam peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di tingkat wilayah. Salah satu indikator yang disorot adalah penurunan jumlah RW kumuh dari 445 menjadi 211 RW.

“Ini adalah prestasi yang luar biasa. Salah satu faktornya adalah peran Posyandu terutama untuk kesehatan anak dan ibu,” ujarnya.

Gubernur Pramono berharap Jambore Kader Posyandu tidak sekadar menjadi ajang perlombaan, tetapi juga ruang berbagi pengetahuan dan praktik baik yang dapat diterapkan oleh kader di seluruh wilayah Jakarta.

“Kader kuat, Posyandu aktif, tenaga kesehatan responsif, pemerintah hadir, dan masyarakat bergerak bersama. Itulah yang menjadikan Jakarta tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga sehat, tangguh, dan berkualitas manusianya,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi DKI Jakarta, Hani Pramono Anung, mengatakan penguatan kapasitas kader menjadi bagian penting dalam menghadirkan layanan kesehatan yang semakin dekat dan mudah dijangkau masyarakat.

“Kader tidak hanya menjadi pelaksana kegiatan, tetapi juga penggerak yang membantu keluarga membangun kebiasaan hidup sehat,” ujar Hani.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, menambahkan, saat ini 3.148 dari 4.469 Posyandu di Jakarta atau 70,44 persen telah menerapkan Smart Posyandu.

“Smart Posyandu mendorong layanan yang lebih terintegrasi berbasis data dan teknologi, sehingga deteksi dini, pemantauan, edukasi, serta tindak lanjut masalah kesehatan dapat dilakukan secara lebih cepat dan tepat,” kata Ani.

 

(Sunarno)

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.