Pramono Anung Jadikan Pasar Kramat Jati Percontohan Pengolahan Sampah Modern

oleh -584 Dilihat
banner 468x60

JAKARTA.Cybernewsnasional.com-Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meninjau langsung proses pengolahan sampah organik berbasis teknologi hidrotermal di Pasar Area 7 Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (11/5/2026).

Dalam peninjauan tersebut, Pramono menyoroti inovasi pengelolaan sampah yang mampu memangkas waktu pengolahan dari metode konvensional sekitar tujuh hingga 10 hari menjadi hanya dua jam dalam setiap proses pengolahan.

banner 336x280

Teknologi hidrotermal bekerja dengan memanfaatkan uap panas bertekanan tinggi untuk mengurai sampah organik tanpa melalui proses pembakaran. Inovasi ini menjadi bagian dari langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam memperkuat pengelolaan sampah dari sumbernya, khususnya di pasar tradisional yang setiap hari menghasilkan sampah organik dalam jumlah besar.

“Dengan teknologi hidrotermal, waktu pengolahan sampah dapat dipangkas menjadi sekitar dua jam untuk setiap batch. Ini merupakan inovasi yang sangat baik karena mampu mempercepat proses pengolahan sekaligus menghasilkan produk yang bernilai ekonomis,” ujar Pramono. Dilansir dari website pemrov Jakarta.

Berdasarkan hasil uji coba yang dilakukan pada April 2026, total sampah organik yang berhasil diolah di Pasar Kramat Jati mencapai 1.708,1 kilogram. Dari proses tersebut dihasilkan sebanyak 936 liter pupuk cair dengan efisiensi pengolahan hingga 80 kali lebih cepat dibandingkan metode konvensional.

Selain menghasilkan pupuk cair, proses pengolahan juga menghasilkan residu padat yang dapat dimanfaatkan kembali sebagai media tanam maupun pupuk organik. Menurut Pramono, capaian tersebut membuktikan bahwa inovasi pengelolaan sampah di tingkat sumber mampu memberikan hasil nyata dan terukur.

“Capaian ini menunjukkan bahwa inovasi pengelolaan sampah dapat memberikan hasil nyata dan terukur. Ke depan, kami ingin implementasi di Pasar Kramat Jati menjadi percontohan bagi pasar-pasar lain di bawah naungan Perumda Pasar Jaya,” tuturnya.

Pasar Kramat Jati sendiri memiliki 1.803 tempat usaha dan memproduksi sekitar enam ton sampah setiap hari. Dari jumlah tersebut, sekitar 75 hingga 80 persen merupakan sampah organik, seperti sisa sayuran, buah-buahan, daun, dan sisa makanan.

Jika tidak dikelola dengan baik, sampah organik berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan, bau tidak sedap, hingga gangguan kesehatan bagi masyarakat sekitar. Karena itu, Pramono menegaskan pasar tradisional memiliki peran strategis dalam mendukung pengurangan sampah kota.

Menurutnya, pengelolaan sampah di pasar harus dilakukan secara lebih terukur dan tidak lagi hanya bergantung pada pengangkutan menuju Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.

“Pengolahan sampah organik menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan pasar yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Kami ingin pasar-pasar di Jakarta tidak hanya menjadi pusat ekonomi, tetapi juga menjadi ruang publik yang nyaman dan ramah lingkungan,” katanya.

Peninjauan tersebut juga menjadi bagian dari tindak lanjut Gerakan Pilah Sampah yang telah dimulai sejak 10 Mei 2026. Pramono menilai keterlibatan masyarakat, pedagang, pengelola pasar, hingga seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci utama dalam memperkuat pengelolaan sampah dari sumber.

“Gerakan pilah sampah membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Pengelolaan sampah dari sumber menjadi langkah penting agar permasalahan sampah di Jakarta dapat ditangani secara lebih efektif,” ujarnya.

Ia menambahkan, kolaborasi antara Pemprov DKI Jakarta dan Perumda Pasar Jaya menjadi kunci dalam memperluas penerapan konsep pasar hijau di Jakarta. Program tersebut diharapkan mampu membangun sistem pengelolaan sampah pasar yang lebih modern, efektif, dan berkelanjutan.

“Ini bukan sekadar upaya membuang sampah, melainkan mengubah limbah menjadi aset yang memiliki manfaat ekologis dan ekonomis. Pemprov DKI Jakarta berkomitmen terus menghadirkan inovasi pengelolaan lingkungan demi mewujudkan Jakarta yang lebih bersih dan berkelanjutan,” pungkasnya.

( Sunarno )

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.