Buruh Berduka, Ketua Umum FSPI Indra Munaswar Wafat: Sosok Pejuang Kesejahteraan Buruh hingga Akhir Hayat

oleh -167 Dilihat
oleh
banner 468x60

JAKARTA, Cybernewsnasional.com – Dunia gerakan buruh Indonesia kembali berduka. Tokoh perjuangan buruh sekaligus Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Indonesia (FSPI), Indra Munaswar, wafat pada Rabu malam, 2 September 2026, di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta.

Kepergian Indra Munaswar meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, aktivis buruh, serta masyarakat yang selama puluhan tahun mengenal kiprahnya dalam memperjuangkan kesejahteraan pekerja dan masyarakat kecil.

banner 336x280

Semasa hidupnya, Indra dikenal sebagai sosok yang konsisten memperjuangkan hak-hak buruh dan kepentingan masyarakat kurang mampu. Perjalanan perjuangannya juga tidak terlepas dari berbagai gerakan yang mendorong penguatan perlindungan ketenagakerjaan dan jaminan sosial di Indonesia.

Usai pelaksanaan salat jenazah, R. Abdullah, sahabat sekaligus rekan seperjuangan Indra Munaswar selama puluhan tahun, menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam.

Abdullah mengenang Indra sebagai sosok yang jujur, ikhlas dan konsisten dalam berjuang.

“Beliau adalah sahabat saya sekaligus teman seperjuangan selama puluhan tahun. Saya mengenal beliau sebagai orang yang jujur dan ikhlas dalam berjuang,” ujar Abdullah.

Menurut Abdullah, perjalanan Indra Munaswar tidak dapat dipisahkan dari sejarah panjang gerakan buruh Indonesia. Bersama para pejuang buruh lainnya, almarhum terlibat dalam berbagai perjuangan yang berkaitan dengan perlindungan pekerja dan jaminan sosial.

Sejumlah perjuangan yang dikenang di antaranya terkait Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, serta perjuangan sistem jaminan sosial yang kemudian melahirkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) dan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang BPJS.

Indra Munaswar juga dikenal sebagai salah satu tokoh yang terlibat dalam Komite Aksi Jaminan Sosial (KAJS), yang memperjuangkan pemenuhan hak masyarakat atas jaminan sosial.

Semangat perjuangan Indra Munaswar tidak surut meski kondisi kesehatannya menurun. Dalam keadaan sakit dan harus menggunakan kursi roda, almarhum masih menyempatkan diri hadir ke DPR RI bersama elemen gerakan buruh untuk menyuarakan penolakan terhadap Undang-Undang Cipta Kerja.

Bagi rekan-rekan seperjuangannya, kehadiran tersebut menjadi salah satu bukti bahwa kondisi fisik tidak menyurutkan komitmennya untuk menyuarakan kepentingan buruh dan masyarakat kecil.

“Beliau berjuang sampai akhir hayat. Bahkan dalam kondisi sakit dan menggunakan kursi roda, beliau masih hadir untuk menyampaikan aspirasi buruh,” kata Abdullah.

Sejumlah tokoh nasional, aktivis dan perwakilan organisasi buruh hadir untuk memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum.

Di antaranya R. Abdullah KSPSI, Said Iqbal Penasihat khusus Presiden, Indra Stafsus Menaker, Rieke Diah Pitaloka Anggota DPR RI, Timbul Siregar, Abdul Hakim, DJSN dan sejumlah tokoh lainnya.

Perwakilan berbagai organisasi dan elemen gerakan buruh juga hadir, antara lain dari FSPI, SPSI, FSPMI, Sarbumusi, SP PLN, GEKANAS dan BPJS Watch.

Kehadiran tersebut menunjukkan luasnya jejaring persahabatan dan perjuangan yang telah dibangun Indra Munaswar selama puluhan tahun.

Duka mendalam juga disampaikan H. Gandi dari DPC FSPI Kota Tangerang. Ia menilai wafatnya Indra Munaswar merupakan kehilangan besar bagi keluarga besar FSPI dan gerakan buruh.

“Beliau bukan hanya Ketua Umum FSPI. Bagi kami, beliau adalah guru, sahabat dan pejuang yang memberikan keteladanan bagaimana memperjuangkan kepentingan buruh dan rakyat dengan keikhlasan,” ujar H. Gandi.

Menurutnya, perjuangan Indra Munaswar tidak boleh berhenti setelah kepergiannya.

“Kami dari DPC FSPI Kota Tangerang menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Semoga seluruh perjuangan dan pengabdian beliau menjadi amal jariyah serta mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT,” katanya.

H. Gandi juga mengajak seluruh anggota FSPI dan elemen buruh untuk meneruskan cita-cita perjuangan almarhum.

“Kepergian beliau bukan berarti perjuangannya berhenti. Justru menjadi tanggung jawab kita untuk melanjutkan perjuangan beliau agar buruh mendapatkan kesejahteraan dan rakyat kecil mendapatkan keadilan,” ujarnya.

Duka juga dirasakan masyarakat Manggarai. Bagi warga, Indra Munaswar bukan hanya dikenal sebagai tokoh buruh, tetapi juga sosok yang peduli terhadap persoalan masyarakat.

Warga mengenang almarhum sebagai sosok yang kerap berada di barisan terdepan ketika masyarakat kecil menghadapi persoalan.

Salah satu perjuangan yang masih dikenang warga adalah ketika masyarakat Manggarai menghadapi persoalan rencana penggusuran oleh PJKA. Saat itu, Indra Munaswar disebut turut bersama warga memperjuangkan agar masyarakat tidak kehilangan tempat tinggal dan hak-haknya.

“Beliau bukan hanya memperjuangkan buruh. Kalau warga Manggarai ada masalah, beliau juga selalu ada di depan. Kami merasa sangat kehilangan,” ungkap salah seorang warga.

Menurut warga, kepedulian Indra terhadap masyarakat tidak sebatas ucapan. Ia dinilai berusaha hadir ketika warga membutuhkan pendampingan dan keberpihakan dalam menghadapi persoalan.

Kini, sosok yang selama puluhan tahun dikenal sebagai pejuang buruh dan masyarakat kecil itu telah berpulang.

Namun, bagi keluarga, sahabat, rekan seperjuangan, keluarga besar FSPI, berbagai elemen gerakan buruh dan masyarakat Manggarai, jejak perjuangan Indra Munaswar akan tetap dikenang.

Perjuangan yang telah ia jalani bersama banyak tokoh dan elemen masyarakat menjadi bagian dari perjalanan panjang gerakan buruh Indonesia.

Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa, menerima amal ibadah dan seluruh pengabdian almarhum, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Aamiin.

***(Asep)***

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.