Pasien Pasca Operasi Ambeien di Batam Meninggal Dunia, Keluarga Lapor ke Polisi dan Minta Pengusutan Menyeluruh

oleh -959 Dilihat
oleh
banner 468x60

BATAM, Cybernewsnasional.com – Seorang pasien bernama Dewi Sartika Sitinjak (24) yang sebelumnya menjalani operasi ambeien di RS Awal Bros Botania, Batam, meninggal dunia pada Senin (10/8/2026) setelah sempat menjalani perawatan intensif akibat kondisi kesehatannya yang terus memburuk.

Kabar duka tersebut dikonfirmasi oleh kuasa hukum keluarga, Jendris Sihombing, SH., MH. Menurutnya, sebelum meninggal dunia, Dewi mengalami penurunan kondisi kesehatan hingga koma dan menjalani perawatan di ruang Intensive Care Unit (ICU).

banner 336x280

Berdasarkan keterangan yang disampaikan pihak keluarga melalui kuasa hukumnya, Dewi menjalani operasi ambeien di RS Awal Bros Botania pada Selasa (28/7/2026). Keluarga menyebut kondisi pasien usai operasi dalam keadaan sadar dan masih dapat berkomunikasi dengan baik.

Namun, beberapa jam setelah operasi, keluarga mengaku kondisi Dewi berubah setelah menerima tindakan pemberian obat oleh petugas medis. Keluarga menuturkan bahwa saat proses tersebut berlangsung, Dewi sempat mengeluhkan sesak napas.

Menurut keluarga, kondisi pasien kemudian memburuk hingga mengalami kejang, kehilangan kesadaran, dan harus mendapatkan penanganan intensif di ICU. Selama menjalani perawatan, Dewi disebut mengalami gangguan pada sejumlah organ tubuh, termasuk fungsi ginjal dan otak.

Pihak keluarga juga menyampaikan bahwa mereka sempat memperoleh penjelasan dari dokter yang menyebut kemungkinan adanya reaksi alergi terhadap obat. Namun demikian, keluarga masih mempertanyakan penyebab pasti memburuknya kondisi pasien serta penanganan medis yang diberikan.

Atas peristiwa tersebut, keluarga melalui kuasa hukumnya melaporkan dugaan kelalaian medis kepada Polresta Barelang pada Sabtu (8/8/2026).

Jendris Sihombing mengatakan laporan tersebut dibuat agar aparat penegak hukum dapat melakukan penyelidikan secara menyeluruh terhadap rangkaian peristiwa yang dialami pasien sejak menjalani operasi hingga akhirnya meninggal dunia.

“Keluarga berharap seluruh proses dapat diungkap secara objektif melalui mekanisme hukum yang berlaku,” ujarnya.

Setelah meninggal dunia, jenazah Dewi dibawa ke RS Bhayangkara Polda Kepulauan Riau untuk dilakukan autopsi.

Menurut pihak keluarga, autopsi dilakukan guna mengetahui penyebab pasti kematian sekaligus menjadi bagian dari proses pembuktian dalam penanganan perkara yang sedang berjalan.

Keluarga berharap hasil autopsi dapat memberikan penjelasan yang jelas dan ilmiah mengenai penyebab kematian Dewi.

Kasus ini juga mendapat perhatian dari Komisi IV DPRD Kota Batam. Anggota Komisi IV DPRD Kota Batam, Tapis D. Siahaan, SH., mengatakan pihaknya siap menindaklanjuti apabila menerima pengaduan resmi dari keluarga pasien.

“Kita tunggu aduan dari keluarga ke DPRD Kota Batam, Komisi IV, agar kita bisa mendengar secara utuh kronologis kejadian. Setelah itu kita panggil pihak RS Awal Bros Botania,” kata Tapis, Senin (11/8/2026).

Menurutnya, DPRD perlu memperoleh informasi dari seluruh pihak agar dapat memahami duduk persoalan secara menyeluruh sebelum mengambil langkah lanjutan.

Kasus tersebut juga menjadi perhatian masyarakat Batam. Sejumlah warga berharap penyebab meninggalnya pasien dapat diungkap secara transparan berdasarkan hasil pemeriksaan medis dan proses hukum yang berlangsung.

Untuk memenuhi prinsip keberimbangan pemberitaan, redaksi telah berupaya meminta konfirmasi kepada pihak RS Awal Bros Botania melalui bagian humas. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh tanggapan resmi terkait kronologi perawatan pasien maupun laporan yang telah disampaikan keluarga kepada kepolisian.

Redaksi tetap membuka ruang hak jawab kepada pihak RS Awal Bros Botania untuk memberikan klarifikasi dan penjelasan atas peristiwa tersebut.

***(Sihombing)***

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.