Hari Anak Nasional 2026: Indonesia Bersiap Jadi Tuan Rumah SEAVFC 2027 dan Wadah Kreativitas Digital Anak

oleh -160 Dilihat
banner 468x60

JAKARTA.Cybernewsnasional.com-Peringatan Hari Anak Indonesia 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat ruang kreativitas anak-anak melalui pemanfaatan teknologi digital secara positif. Komitmen ini diwujudkan melalui partisipasi aktif Indonesia dalam Southeast Asia Video Festival for Children (SEAVFC), ajang tahunan yang menjadi sarana bagi anak-anak untuk menyalurkan ide, kreativitas, sekaligus memperkenalkan budaya Nusantara ke panggung internasional.

​Momentum ini terasa kian istimewa setelah Indonesia resmi dipercaya menjadi tuan rumah SEAVFC 2027. Ajang ini tidak hanya memamerkan karya-karya terbaik anak-anak dari negara-negara ASEAN, tetapi juga mendorong lahirnya generasi kreatif yang siap menghadapi persaingan global.

banner 336x280

​Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan Kementerian Kebudayaan RI, Ahmad Mahendra, M.Tr.A.P., menyampaikan dukungan penuhnya terhadap pengembangan kreativitas anak melalui media audiovisual. Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari investasi jangka panjang untuk melahirkan generasi yang cakap teknologi dan tetap berakar pada nilai-nilai budaya.

​”Pengembangan kreativitas sejak usia dini menjadi investasi penting untuk melahirkan generasi yang tidak hanya memiliki kemampuan teknologi, tetapi juga mampu mengangkat nilai-nilai budaya Indonesia melalui karya-karya kreatif yang berdaya saing di tingkat internasional,” ujar Ahmad Mahendra.

​Bentuk dukungan Kementerian Kebudayaan diwujudkan melalui kolaborasi berupa sosialisasi, lokakarya, pendampingan, hingga proses kurasi karya yang melibatkan sekolah, komunitas, lembaga pendidikan, serta pelaku industri kreatif di berbagai daerah.

​Memberikan Ruang Suara Bagi Anak di Era Digital

​Praktisi penyiaran televisi sekaligus pemerhati program anak, Liza Maria, menegaskan bahwa era digital menuntut hadirnya ruang pendidikan nonformal yang lebih luas bagi anak-anak. Menurutnya, anak-anak saat ini perlu dibekali keterampilan kreatif seperti penulisan cerita, pembuatan video, fotografi, penyuntingan (editing), hingga storytelling.

​”Kami ingin anak-anak tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi kreator yang mampu menghasilkan karya-karya positif, kreatif, dan membanggakan Indonesia. Festival ini memberi ruang bagi mereka untuk menyuarakan ide, harapan, dan kreativitas melalui media video,” kata Liza Maria yang juga menjabat sebagai Asisten Board of Indonesia.

​Mengusung tema “Hear My Voice”, SEAVFC 2027 mendatang akan mengajak anak-anak menyuarakan pandangan, harapan, dan kepedulian mereka terhadap kehidupan sekitar. Liza menambahkan, tema ini merupakan ajakan bagi orang tua, guru, dan masyarakat untuk lebih aktif mendengarkan suara anak sebagai bagian dari proses tumbuh kembang mereka.

​Mengenal SEAVFC dan Rekam Jejak Prestasi Indonesia

​SEAVFC digagas oleh Anak TV Foundation dari Filipina pada 2017 bertepatan dengan peringatan 50 tahun ASEAN. Diselenggarakan setiap tanggal 20 November memperingati World Children’s Day, festival ini bertujuan mempererat persahabatan antarnegara ASEAN, memperkuat identitas budaya, serta membina generasi muda yang inovatif.

​Sejak awal penyelenggaraannya di Manila (2017, 2018), Kamboja (2019), Malaysia (2024), hingga Thailand (2025), Indonesia aktif berpartisipasi di bawah koordinasi Board Member Indonesia, Niniek L. Karim.

​Proses seleksi dan penjurian di Indonesia dipimpin langsung oleh Niniek L. Karim bersama dewan juri profesional yang terdiri dari:

​Liza Maria (Praktisi Penyiaran Televisi & Pemerhati Program Anak)

​Sidi Saleh (Sutradara, Produser Film, dan Sinematografer)

​Judith J. Dipodiputro (Sekretaris Jenderal Badan Perfilman Indonesia periode 2024–2026)

​Penilaian difokuskan pada kekuatan storytelling, orisinalitas, kreativitas, kualitas teknis produksi, serta nilai edukasi.

​Raihan Prestasi Indonesia di SEAVFC:

​SEAVFC 2024 (Malaysia – Tema: Friendship in Diversity):

​Juara I Kategori Profesional Fiksi Usia 13–17 Tahun: “Tayan Tutu Anakku Satu” (Produksi Indonesiana TV).

​Finalis: “Munigarim Kecil Sasak” (Profesional Nonfiksi), “Ako & Laut Episode 3: Monster Rawa” (Aspiring Video Makers), dan “Waktu Senja Kala Itu” (Karya SMKN 51 Jakarta untuk Children Video Makers).

​SEAVFC 2025 (Thailand – Tema: Magic of Peace):

​Juara I Kategori Profesional Fiksi Usia 8–12 Tahun: “Cipak Cipuk” (Karya Studio Amara Kupang).

​Finalis: “Fajar dan Penjelajah Samudera”, “Ada Hantu di Menara Merdu” (Balai Media Kebudayaan), “Successor of Tradition: The Boys of Merangin” (Trans7), serta “Kasih Paham (Make Them Understand)” (SD Global Mandiri Cibubur).

​Menyongsong Tuan Rumah 2027 dan Target Indonesia Emas 2045

​Antusiasme peserta dari Indonesia terus memuncak. Setelah menerima lebih dari 200 karya pada 2024 dan sekitar 100 karya pada 2025, panitia menargetkan 300 hingga 400 karya video dari seluruh wilayah Indonesia untuk menyambut SEAVFC 2027 saat menjadi tuan rumah.

​Melalui keberlanjutan festival ini, Indonesia berkomitmen membangun ekosistem yang solid bagi generasi muda di bidang videografi, animasi, penyutradaraan, penulisan naskah, hingga produksi konten digital. Peringatan Hari Anak Indonesia 2026 pun diharapkan mampu memperkuat kolaborasi seluruh pemangku kepentingan demi mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.

 

(Sunarno)

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.