Bongkar Pabrik Vape Etomidate di Apartemen Jakut, Polisi Kembangkan Kasus WNA China

oleh -411 Dilihat
banner 468x60

JAKARTA.Cybernewsnasional.com-Kepolisian mengungkap praktik pembuatan vape mengandung etomidate yang dijalankan secara rumahan (home industry) di sebuah apartemen di Jakarta Utara. Kasus ini terungkap dari pengembangan penanganan tersangka warga negara asing (WNA) asal China berinisial CH (50).

Pengungkapan tersebut bermula dari penemuan ratusan cartridge vape berisi etomidate di lokasi penyekapan anak di bawah umur di kawasan Ancol, Jakarta Utara, pada Sabtu (25/4/2026).

banner 336x280

Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Ari Galang Saputra, didampingi Kasi Humas Iptu Jonggi, menjelaskan bahwa pihaknya kemudian melakukan pengembangan ke dua lokasi lainnya.

“Di TKP kedua, kami menemukan sejumlah cartridge kosong yang diduga akan digunakan untuk mengisi cairan vape etomidate,” ujar Ari Galang saat ditemui di Mapolres Metro Jakarta Utara, Rabu (6/5/2026).

Pengembangan berlanjut ke lokasi ketiga yang berada di sebuah apartemen di wilayah Jakarta Utara. Di tempat ini, polisi menemukan ratusan vape etomidate yang telah dikemas dan siap edar, beserta bahan baku dan peralatan produksi.

“Di TKP ketiga kami menemukan ratusan vape etomidate yang sudah terbungkus dan siap untuk diedarkan,” jelasnya.

Menurut Ari Galang, lokasi tersebut digunakan tersangka sebagai tempat produksi sekaligus tempat tinggal.

“Untuk TKP ketiga ini memang digunakan sebagai home industry. Tersangka juga tinggal dan melakukan produksi di situ,” ungkapnya.

Berdasarkan pengakuan tersangka, aktivitas pembuatan vape etomidate itu telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir.

“Dia mengaku tidur di situ dan sudah melakukan kegiatan tersebut cukup lama, beberapa bulan terakhir,” tambahnya.

Polisi juga mengungkap bahwa bahan baku pembuatan vape tersebut berasal dari luar negeri, yakni China. Namun, jalur masuk bahan tersebut ke Indonesia masih dalam pendalaman.

“Untuk sementara pengakuannya, bahan yang dipesan berasal dari luar negeri. Ini masih kami dalami,” kata Ari Galang.

Dalam menjalankan aksinya, tersangka menjual produk tersebut kepada kalangan tertentu dengan metode pertemuan langsung berdasarkan informasi terbatas.

“Dia menjual kepada pembeli-pembeli khusus dan bertemu langsung,” ujarnya.

Dari bisnis ilegal tersebut, tersangka diketahui mampu meraup omzet hingga sekitar Rp40 juta per transaksi.

Saat ini, kepolisian masih melakukan pengembangan untuk memburu pelaku lain yang diduga terlibat dalam jaringan tersebut.

“Untuk sementara baru satu tersangka yang diamankan. Kami masih melakukan pengejaran terhadap pelaku lainnya,” tegasnya.

Sebelumnya, polisi telah menyita ratusan cartridge vape mengandung etomidate dari lokasi penyekapan anak di bawah umur oleh WNA asal China di Ancol, Jakarta Utara.

(Sunarno)

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.