Ruang Rawat Inap dan Layanan Cuci Darah Sulit Diakses, BPJS Watch Ajak Pemkot Tangerang Cari Solusi

oleh -181 Dilihat
oleh
banner 468x60

KOTA TANGERANG, Cybernewsnasional.com – Sulitnya masyarakat mendapatkan ruang rawat inap di rumah sakit serta akses tindakan hemodialisis (HD) atau cuci darah belakangan ini menjadi perhatian serius BPJS Watch Tangerang Raya.

Persoalan tersebut disampaikan dalam audiensi bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang yang berlangsung di Aula Dinkes Kota Tangerang, Senin pagi (2/11/2026).

banner 336x280

Audiensi tersebut diterima langsung oleh dr. H. Amir Ali selaku Sekretaris Dinas Kesehatan (Sekdis) Kota Tangerang dan dr. Wuri Harnaning, MM., selaku Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Kota Tangerang.

Dalam pertemuan tersebut, BPJS Watch Tangerang Raya menyampaikan sejumlah persoalan pelayanan kesehatan yang selama ini dikeluhkan masyarakat, khususnya terkait kesulitan memperoleh ruang rawat inap dan akses tindakan HD bagi pasien yang membutuhkan terapi cuci darah secara rutin.

Keterbatasan ketersediaan ruang perawatan dan fasilitas layanan cuci darah dinilai membutuhkan perhatian serius serta langkah konkret dari pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan.

H. Gandi dari BPJS Watch Tangerang Raya berharap Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Kesehatan terus meningkatkan pengawasan terhadap fasilitas pelayanan kesehatan (faskes), sekaligus memperkuat upaya mencari solusi agar masyarakat benar-benar mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak, memadai, dan mudah diakses.

“Kami berharap Pemerintah Kota Tangerang terus berupaya mencari solusi konkret atas persoalan ini. Jangan sampai masyarakat yang membutuhkan perawatan justru kesulitan mendapatkan ruang rawat inap maupun tindakan HD. Masyarakat berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak dan memadai,” ungkap H. Gandi.

Selain itu, BPJS Watch Tangerang Raya juga mendorong agar pelayanan Puskesmas rawat inap dapat diaktifkan kembali sebagai salah satu alternatif untuk mengurangi beban pelayanan rumah sakit, terutama dalam mengatasi kesulitan masyarakat memperoleh ruang perawatan.

Menurut H. Gandi, optimalisasi fasilitas kesehatan tingkat pertama sangat penting agar pelayanan kesehatan tidak hanya bertumpu pada rumah sakit. Dengan mengaktifkan kembali layanan rawat inap Puskesmas, diharapkan dapat menjadi salah satu solusi untuk memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan.

Sementara itu, dr. H. Amir Ali menyampaikan bahwa Dinas Kesehatan terus berikhtiar melakukan berbagai upaya untuk mengatasi persoalan pelayanan kesehatan di Kota Tangerang. Namun, diakuinya, berbagai upaya tersebut belum sepenuhnya mencapai harapan karena persoalan yang dihadapi cukup kompleks.

“Permasalahan ini sangat kompleks dan tidak bisa hanya diselesaikan oleh Dinas Kesehatan. Dibutuhkan keterlibatan seluruh stakeholder untuk bahu-membahu dan bekerja sama mencari jalan keluar,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, dr. Wuri Harnaning, MM., mengharapkan dukungan BPJS Watch Tangerang Raya untuk bersama-sama meningkatkan edukasi kepada masyarakat, khususnya mengenai pentingnya tindakan preventif atau pencegahan penyakit.

Ia juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digagas Pemerintah Kota Tangerang. Program tersebut menjadi salah satu upaya untuk mendeteksi kondisi kesehatan sejak dini sehingga potensi penyakit dapat diketahui dan ditangani lebih awal sebelum berkembang menjadi lebih serius.

Audiensi ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi antara BPJS Watch Tangerang Raya dengan Dinas Kesehatan Kota Tangerang dalam mendorong peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.

BPJS Watch berharap hasil pertemuan tersebut tidak berhenti pada diskusi semata, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui langkah nyata, terutama dalam meningkatkan ketersediaan ruang rawat inap, memperluas akses layanan hemodialisis, serta mengoptimalkan kembali pelayanan kesehatan di tingkat Puskesmas.

Sebab, pelayanan kesehatan yang baik bukan sekadar tersedianya fasilitas, melainkan juga memastikan setiap masyarakat yang membutuhkan benar-benar dapat mengakses dan memperoleh pelayanan kesehatan tanpa mengalami kesulitan.

***(Redaksi)***

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.