FSPI Gelar Dzikir dan Doa untuk Lima Tokoh Pejuang Buruh, Kenang 40 Hari Wafatnya Indra Munaswar

oleh -130 Dilihat
oleh
banner 468x60

KOTA TANGERANG, Cybernewsnasional.com – Keluarga besar Federasi Serikat Pekerja Indonesia (FSPI) menggelar dzikir dan doa bersama untuk mengenang jasa para tokoh perjuangan buruh yang telah wafat. Kegiatan berlangsung khidmat di Masjid Al-Istiqomah PT Istem, Kota Tangerang, Sabtu (10/10/2026).

Kegiatan tersebut bertepatan dengan 40 hari wafatnya Indra Munaswar, Ketua Umum FSPI. Selain mendoakan almarhum Indra Munaswar, doa juga dipanjatkan untuk almarhum HM. Rodja, SH, HM. Gojali, Redi Darmana, SH, dan M. Astim.

banner 336x280

Kelima tokoh tersebut merupakan bagian dari perjalanan panjang gerakan buruh Indonesia. Kiprah dan perjuangan mereka dalam memperjuangkan hak-hak pekerja, perlindungan ketenagakerjaan, serta jaminan sosial menjadi bagian penting dari sejarah gerakan buruh di Tanah Air.

Kehadiran keluarga para almarhum, jajaran pengurus DPN, DPD, dan DPC FSPI, serta para ketua Serikat Pekerja Anggota (SPA) dari berbagai perusahaan menunjukkan kuatnya ikatan persaudaraan dan solidaritas di lingkungan FSPI. Kegiatan ini juga dihadiri perwakilan FSPI dari Brebes, Jawa Tengah.

Rangkaian dzikir dan doa dipimpin oleh Ustaz Milenium. Para peserta mengikuti kegiatan dengan penuh khidmat, memanjatkan doa agar Allah SWT mengampuni dosa-dosa para almarhum, menerima amal ibadah mereka, melapangkan kuburnya, serta menempatkan mereka di tempat terbaik di sisi-Nya.

Dalam kesempatan tersebut, Ustaz Milenium juga mengajak para peserta menjadikan kematian sebagai pengingat bahwa setiap manusia akan kembali kepada Allah SWT. Kebaikan, amal saleh, dan pengabdian yang bermanfaat bagi sesama menjadi hal penting yang patut terus dilanjutkan.

Momentum doa bersama ini juga mengingatkan keluarga besar FSPI agar tetap menjaga persatuan, mempererat silaturahmi, dan meneruskan nilai-nilai perjuangan para pendahulu dengan cara yang baik dan bermartabat.

Mewakili FSPI, H. Abu Bakar.HY.S.Pd.,S.H.,M.H menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar mengenang kepergian para tokoh, tetapi juga menjadi momentum untuk melanjutkan perjuangan yang telah mereka rintis.

“Dzikir dan doa ini bukan sekadar mengenang kepergian para tokoh, tetapi juga menjadi momentum bagi kita untuk mengingat dan melanjutkan perjuangan mereka. Almarhum Indra Munaswar, HM. Rodja, HM. Gojali, Redi Darmana, dan M. Asyik telah menjadi bagian dari sejarah perjuangan buruh Indonesia. Semangat, pengorbanan, dan dedikasi mereka harus terus hidup dalam perjuangan FSPI untuk memperjuangkan hak, perlindungan, dan kesejahteraan kaum pekerja,” ujarnya.

Ia berharap seluruh keluarga besar FSPI terus menjaga persatuan dan solidaritas agar perjuangan untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja dapat dilanjutkan oleh generasi berikutnya.

Mewakili keluarga almarhum Indra Munaswar, Riki menyampaikan terima kasih kepada keluarga besar FSPI dan seluruh sahabat seperjuangan yang hadir dalam kegiatan doa bersama pada hari ke-40 wafatnya almarhum.

“Kami mewakili keluarga mengucapkan terima kasih atas perhatian, kebersamaan, dan doa yang dipanjatkan untuk almarhum. Bagi keluarga, dukungan ini sangat berarti. Semoga seluruh amal ibadah beliau diterima Allah SWT, diampuni segala dosanya, dan ditempatkan di tempat terbaik di sisi-Nya. Semoga semangat perjuangan beliau tetap hidup dalam keluarga besar FSPI,” ungkapnya.

Menurutnya, perhatian dan doa dari keluarga besar FSPI menjadi penguat bagi keluarga yang ditinggalkan sekaligus pengingat atas pengabdian almarhum selama berjuang bersama kaum pekerja.

Ali. S.H, yang mewakili almarhum HM. Gojali, turut mengapresiasi terselenggaranya dzikir dan doa bersama tersebut. Ia menilai kegiatan ini merupakan bentuk penghormatan kepada para tokoh yang telah mendedikasikan diri bagi perjuangan buruh.

“Kami mengapresiasi kegiatan dzikir dan doa ini sebagai bentuk penghormatan kepada para tokoh yang telah mendedikasikan hidupnya bagi perjuangan buruh. Jasa dan pengorbanan almarhum HM. Gojali serta para pejuang lainnya hendaknya tidak dilupakan. Tugas generasi sekarang adalah menjaga persatuan, memperkuat solidaritas, dan meneruskan perjuangan demi kesejahteraan serta perlindungan pekerja Indonesia,” tuturnya

Sementara itu, Salahudin Bahara yang akrab dipanggil Bara, mewakili almarhum Redi Darmana, SH, menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar FSPI yang terus menjaga silaturahmi dan mengenang jasa para tokoh perjuangan buruh.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada keluarga besar FSPI yang terus mengenang dan mendoakan para pejuang buruh yang telah mendahului kita. Semoga almarhum Redi Darmana, SH, bersama para tokoh lainnya mendapatkan ampunan dan rahmat Allah SWT. Perjuangan dan pengabdian mereka hendaknya menjadi inspirasi bagi generasi buruh saat ini untuk tetap menjaga persatuan, memperkuat solidaritas, dan meneruskan perjuangan demi kesejahteraan pekerja Indonesia,” ungkapnya.

Kegiatan dzikir dan doa bersama tersebut menjadi momentum bagi keluarga besar FSPI untuk mengenang jasa para pendahulu, mempererat persaudaraan, dan meneguhkan komitmen dalam memperjuangkan hak serta kesejahteraan kaum pekerja.

Bagi FSPI, penghormatan kepada para tokoh yang telah wafat tidak berhenti pada doa dan kenangan, tetapi juga diwujudkan dengan menjaga nilai-nilai perjuangan, solidaritas, dan kepedulian terhadap masa depan buruh Indonesia.

***(Asep)***

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.