Festival Bonsai 2026 Siap Digelar, Dispar dan RUBI Sukabumi Matangkan Kesiapan Acara bareng Stakeholder

oleh -5256 Dilihat
oleh
Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Pariwisata menggelar rapat koordinasi intensif guna mematangkan kesiapan acara
Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Pariwisata menggelar rapat koordinasi intensif guna mematangkan kesiapan acara
banner 468x60

SUKABUMI, Cybernewsnasional.com – Persiapan menyambut Festival dan Pameran Bonsai Sukabumi 2026 terus dikebut. Istimewanya, gelaran seni tanaman kerdil berskala nasional ini secara resmi telah masuk ke dalam agenda utama perayaan Hari Jadi Kabupaten Sukabumi (HJKS) 2026.

Menjelang pembukaan resmi pada 19 September 2026 mendatang, Pemerintah Kabupaten Sukabumi menggelar rapat koordinasi intensif guna mematangkan kesiapan acara. Pertemuan strategis yang dilaksanakan di Aula Kantor Jampangtengah tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sukabumi, Pemerintah Kecamatan Jampangtengah selaku tuan rumah, pengurus Rumah Bonsai Indonesia (RUBI) Cabang Sukabumi serta perwakilan sejumlah dinas terkait. Langkah ini semakin solid berkat dukungan penuh dari Bank BJB yang bertindak sebagai sponsor utama.

banner 336x280

Bagi para pencinta bonsai yang ingin berkompetisi, pendaftaran peserta kini telah dibuka. Panitia mengimbau para pebonsai untuk segera bersiap melakukan pendaftaran dan penyerahan pohon bonsai kesayangan mereka. Agenda penyerahan fisik tanaman tersebut akan dimulai pada Senin, 14 September 2026, bertempat langsung di lokasi utama acara, yaitu Alun-alun Bojonglopang, Kecamatan Jampangtengah.

Pertemuan strategis persiapan pelaksanaan Festival Bonsai Sukabumi yang dilaksanakan di Aula Kantor Jampangtengah
Pertemuan strategis persiapan pelaksanaan Festival Bonsai Sukabumi yang dilaksanakan di Aula Kantor Jampangtengah

Dukungan penuh datang dari pihak kewilayahan. Camat Jampangtengah, Ichsan Muchlis Sani, menyatakan bangga atas terpilihnya Alun-alun Bojonglopang sebagai pusat kegiatan. Ia menegaskan bahwa pihak kecamatan dan seluruh elemen masyarakat sangat mendukung penuh event nasional ini. “Kami berharap manfaat ekonomi dan kreativitas dari festival ini akan banyak diterima langsung oleh masyarakat Jampangtengah, baik dari sektor UMKM, penginapan, hingga pengrajin lokal,” tutur Ichsan.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Kabupaten Sukabumi, H. Ali Iskandar, mengajak seluruh lapisan masyarakat dan pemangku kepentingan untuk bersinergi.

“Kami mengajak semua pihak turut serta, baik dari pemerintahan maupun swasta bisa mendukung agar kegiatan ini sukses. Kehadiran para pebonsai dari berbagai daerah tidak hanya mendongkrak sektor pariwisata, tetapi juga memberikan multiplier effect yang luar biasa bagi perputaran ekonomi dan agrobisnis masyarakat Sukabumi,” ujar H. Ali Iskandar.

Panitia HJKS dan Panitia Festival Bonsai serta stakeholder melakukan cek lapangan untuk persiapan acara
Panitia HJKS dan Panitia Festival Bonsai serta stakeholder melakukan cek lapangan untuk persiapan acara

Ketua RUBI Cabang Sukabumi, Wahyu Kurniawan, menambahkan bahwa agenda festival bertajuk “Merdeka dalam Berkarya, Ngahiji Wujudkan Sukabumi Mubarakah sebagai Poros Bonsai Indonesia” kali ini terdiri dari dua pilar utama, yaitu lomba dan pameran, sebagai ruang kompetisi yang sehat bagi para pebonsai.

Secara teknis, panitia telah menetapkan rundown resmi festival sebagai berikut:

  • 14 – 17 September 2026: Penyerahan dan penerimaan pohon bonsai dari para peserta di Alun-alun Bojonglopang (penerimaan terakhir ditutup pada 17 September).
  • 18 September 2026: Proses penilaian dan penjurian intensif oleh tim juri gabungan nasional dan lokal secara objektif.
  • 19 September 2026: Puncak acara yang diisi dengan pameran umum, pengumuman pemenang, serta penyerahan hadiah.

Puncak kegiatan pada 19 September 2026 dipastikan akan berlangsung sangat meriah karena masuk ke dalam salah satu titik pemberhentian penting dalam rangkaian kegiatan HJKS, yaitu agenda touring dinas bertajuk “Ngalongok Dulur Salembur”.

Pada hari puncak tersebut, Bupati Sukabumi, H. Asep Japar, dijadwalkan hadir langsung untuk melakukan prosesi gunting pita didampingi oleh Presiden RUBI Pusat, Prof. Zudan Arif Fakrulloh. Selain membuka pameran, Bupati H. Asep Japar bersama Prof. Zudan akan menyerahkan hadiah secara langsung kepada para pemenang lomba, yang diteruskan dengan prosesi tradisi penancapan bendera kemenangan di atas media tanam bonsai peraih juara utama.

Momentum emas ini juga akan diisi dengan peluncuran (launching) buku eksklusif berjudul “Bonsai: Karya Seni dan Investasi” karya Achmad Zazuli, yang mengulas potensi nilai ekonomi dan estetika tinggi dari budidaya bonsai.

Dipilihnya Alun-alun Bojonglopang Jampangtengah sebagai pusat festival ini sangat selaras dengan tema besar perayaan HJKS tahun ini, yaitu “Ngalongok Dulur Salembur: Ngaboseh sa-Jalur, Ngaraksa Lembur.”

Diketahui, “Ngalongok dulur salembur” memiliki arti mengunjungi kerabat serumpun di pedesaan. Melalui tema ini, peserta touring yang terdiri dari jajaran komunitas, Forkopimda, dan masyarakat luas tidak diposisikan sekadar sebagai pelancong biasa.

Lebih dari itu, mereka hadir sebagai saudara yang “pulang kampung” untuk membawa kebermanfaatan nyata, meninjau langsung roda pembangunan di daerah, serta aktif memajukan potensi lokal, khususnya di sektor pariwisata dan agrobisnis seperti industri kreatif tanaman bonsai ini.

(AZ)

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.