Kritik Tetap Jalan, Forum Wartawan Batam Pilih Dialog dengan BP Batam

oleh -176 Dilihat
oleh
Kritik Tetap Jalan, Forum Wartawan Batam Pilih Dialog dengan BP Batam
Kritik Tetap Jalan, Forum Wartawan Batam Pilih Dialog dengan BP Batam
banner 468x60

BATAM, Cybernewsnasional.com – Forum Wartawan Batam memilih jalur dialog dan komunikasi untuk menyikapi polemik terkait pernyataan Wakil Kepala BP Batam sekaligus Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, dalam Forum Silaturahmi dan Diskusi bersama insan pers.

Keputusan tersebut diambil setelah Forum Wartawan Batam melakukan dialog dengan Direktur Diseminasi Informasi dan Hubungan Antar Lembaga BP Batam, Sthefani Barlian, bersama jajaran, Kamis (3/9/2026).

banner 336x280

Dalam pertemuan itu turut hadir I Gede Putu Dedy Ujiana, Kepala Subdirektorat Pengamanan Aset dan Objek Vital pada Direktorat Pengamanan Aset dan Kawasan BP Batam.

Sthefani menyampaikan pesan dari Li Claudia Chandra mengenai polemik yang berkembang setelah pertemuan sebelumnya dengan insan pers.

Li Claudia menjelaskan bahwa forum tersebut pada dasarnya merupakan kegiatan silaturahmi dan diskusi yang dimaksudkan untuk membangun komunikasi antara BP Batam dengan insan pers. Pertemuan berlangsung dalam suasana terbuka dan dialogis.

Li Claudia juga menyampaikan penghargaan atas perhatian, kritik, serta masukan yang disampaikan wartawan. Ia menegaskan penghormatan terhadap profesi jurnalistik dan memahami pentingnya peran media dalam memberikan informasi kepada masyarakat sekaligus menjaga ruang publik yang sehat.

Terkait pernyataan yang kemudian menimbulkan polemik, Li Claudia menjelaskan bahwa dalam percakapan terbuka dapat muncul pertanyaan maupun pernyataan yang dipersepsikan berbeda, khususnya apabila potongan percakapan beredar secara terpisah dari konteks pembicaraan secara keseluruhan.

BP Batam, lanjutnya, terbuka terhadap kritik, koreksi, dan masukan dari insan pers. Ia juga menyatakan komitmennya untuk membangun pola komunikasi yang lebih baik dengan seluruh media secara profesional, proporsional, dan setara.

Dalam dialog tersebut, Forum Wartawan Batam menyampaikan sejumlah masukan, salah satunya terkait mekanisme konfirmasi pemberitaan.

Forum meminta agar permintaan konfirmasi dari wartawan dapat direspons secara cepat dan terbuka, mengingat konfirmasi merupakan bagian penting dalam proses jurnalistik untuk memastikan keberimbangan dan akurasi informasi.

Pihak BP Batam menyatakan akan berupaya memperbaiki pola komunikasi dengan insan pers, termasuk dalam proses konfirmasi pemberitaan.

Pembahasan juga menyentuh pola kerja sama BP Batam dengan media lokal maupun media-media kecil di Batam.

Forum Wartawan Batam meminta agar persyaratan kerja sama yang dinilai berlebihan atau tidak diperlukan dapat dievaluasi. Atas masukan tersebut, BP Batam membuka ruang untuk melakukan evaluasi.

Dalam pesan yang disampaikan melalui Sthefani, Li Claudia juga berharap media dapat menjadi mitra strategis BP Batam.

Menurutnya, media tidak hanya berperan dalam mempublikasikan program pemerintah, tetapi juga menyampaikan fakta maupun persoalan yang ditemukan di lapangan agar dapat menjadi bahan evaluasi dan segera ditindaklanjuti.

Peran tersebut dinilai penting untuk membangun komunikasi publik yang sehat sekaligus memastikan berbagai persoalan di masyarakat dapat diketahui dan mendapat perhatian.

Rudi Harjo Pangaribuan yang mewakili Forum Wartawan Batam mengatakan pihaknya menghargai ruang dialog yang diberikan BP Batam.

Menurut Rudi, pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperjelas persoalan sekaligus membangun pola komunikasi yang lebih terbuka antara insan pers dan BP Batam.

“Kami menerima penjelasan yang disampaikan. Bagi kami, kritik tetap penting karena media memiliki fungsi kontrol sosial. Yang kami harapkan adalah komunikasi yang terbuka, terutama ketika wartawan membutuhkan konfirmasi,” ujar Rudi.

Terkait rencana aksi penyampaian aspirasi yang sebelumnya diagendakan pada 3 September 2026, Forum Wartawan Batam memutuskan untuk menghentikan rencana tersebut dan mengalihkannya ke jalur komunikasi, dialog, serta diskusi.

Rudi menegaskan, keputusan tersebut bukan karena intimidasi, tekanan, maupun kesepakatan transaksional.

Menurutnya, keputusan itu merupakan hasil pembahasan internal forum setelah mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat terjadi apabila aksi tetap dilaksanakan.

“Salah satunya adalah kekhawatiran adanya pihak lain atau penumpang gelap yang dapat membawa aksi keluar dari substansi persoalan yang ingin kami perjuangkan,” katanya.

Rudi menegaskan pengalihan aksi ke jalur dialog bukan berarti Forum Wartawan Batam menghentikan sikap kritis.

Fungsi kontrol sosial, kata dia, tetap akan dijalankan dengan mengedepankan profesionalitas serta tanggung jawab jurnalistik.

“Bagi kami, membatalkan aksi bukan berarti membatalkan sikap kritis. Kritik tetap akan kami sampaikan apabila memang ada persoalan, tetapi kami ingin menyampaikannya secara profesional, terbuka dan bertanggung jawab,” tegasnya.

Forum Wartawan Batam berharap komunikasi yang telah dibangun tidak berhenti pada pertemuan tersebut. Dialog diharapkan menjadi awal hubungan yang lebih profesional, proporsional, dan setara antara BP Batam dengan insan pers.

Sementara itu, Li Claudia berharap persoalan yang berkembang dapat diselesaikan dengan baik tanpa mengganggu hubungan kemitraan dengan pihak mana pun.

Ia mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga suasana Batam tetap aman, nyaman, dan kondusif.Alternatif judul yang lebih “menggigit”

***(Sihombing)***

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.