Hadapi Kemarau dan Paceklik, Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi Gulirkan Empat Strategi Mitigasi Nelayan

oleh -3392 Dilihat
oleh
Kadiskan Sri Padmoko ungkap langkah Langkah Mitigasi dan strategi hadapi Paceklik untuk Nelayan
Kadiskan Sri Padmoko ungkap langkah Langkah Mitigasi dan strategi hadapi Paceklik untuk Nelayan
banner 468x60

SUKABUMI, Cybernewsnasional.com – Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Perikanan bergerak cepat merespons tantangan musim kemarau dan periode paceklik yang melanda kawasan pesisir. Guna menjaga stabilitas ekonomi masyarakat pesisir selatan, sebuah program mitigasi komprehensif yang bertumpu pada empat pilar strategi utama kini resmi dijalankan secara terpadu.

Langkah taktis ini diambil untuk memastikan para nelayan tangkap dan pelaku usaha perikanan tetap memiliki daya resiliensi ekonomi di tengah kondisi alam yang kurang bersahabat.Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi, Sri Padmoko, menegaskan bahwa intervensi pemerintah daerah harus menyentuh hulu hingga hilir kehidupan nelayan.

banner 336x280

“Kami tidak ingin nelayan berjuang sendiri di musim sulit ini. Melalui empat pilar mitigasi, kami hadir memberikan kepastian regulasi, menjaga kelestarian laut tempat mereka mencari nafkah, sekaligus membuka jalan alternatif bagi peningkatan pendapatan keluarga nelayan melalui hilirisasi produk,” ujar Sri Padmoko, Kamis (20/08/2026).

Pilar pertama difokuskan pada Bimbingan Regulasi, yaitu program penguatan kapasitas serta edukasi regulasi yang intensif bagi para nelayan tangkap agar aktivitas melaut tetap berjalan aman dan sesuai koridor hukum. Pilar kedua menyasar aspek keberlanjutan melalui Rehabilitasi Ekosistem, di mana dinas terkait melakukan aksi nyata konservasi kawasan pesisir demi menjaga produktivitas biota laut jangka panjang.

Tidak hanya berfokus pada sektor tangkap, strategi ketiga berwujud Diversifikasi Pendapatan. Dinas Perikanan menggulirkan program Inkubasi Bisnis melalui Inbis Invapro KP yang dirancang khusus untuk memperkuat daya saing para pengolah ikan berskala UMKM. Melalui inkubasi ini, keluarga nelayan didorong memiliki alternatif penghasilan lain saat cuaca buruk melanda.

Sri Padmoko juga menaruh perhatian besar pada aspek operasional harian nelayan kecil, terutama menyangkut ketersediaan energi untuk melaut.”Kami menyadari betul bahwa BBM adalah urat nadi operasional nelayan. Oleh karena itu, pada pilar keempat, kami mempererat koordinasi dengan pengelola SPBU lokal guna menggaransi distribusi bahan bakar bersubsidi tetap lancar, tepat sasaran, dan tanpa hambatan di tengah masa paceklik ini,” tambahnya.

Di akhir penyampaiannya, Kadiskan mengungkap, melalui komitmen terintegrasi dan pengawasan langsung di lapangan, Pemkab Sukabumi optimistis mampu menjaga roda ekonomi masyarakat pesisir selatan tetap berputar stabil di tengah dinamika iklim yang terjadi.

(AZ)

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.