Polres Metro Tangerang Kota Gelar Lomba Lukis HUT RI ke-81, Dorong Kreativitas Seniman

oleh -590 Dilihat
Wakapolres Metro Tangerang Kota AKBP Fiki N. Ardiansyah, melihat langsung proses Lomba Lukis di Mapolrestro Tangerang Kota. (foto Supriyadi Ups)
banner 468x60

TANGERANG, Cybernewsnasional.com — Suasana Polres Metro Tangerang Kota pada Rabu, 12 Agustus 2026, tampak berbeda. Teras, area parkir hingga sudut taman di lingkungan Mapolres dipenuhi para seniman yang mengikuti lomba melukis bertema kemerdekaan yang digelar Satuan Reserse Narkoba.

Lomba melukis tersebut digelar untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus menjadi ruang bagi pelajar, mahasiswa, seniman dan masyarakat umum untuk menuangkan kreativitas mereka melalui karya seni rupa.

banner 336x280

Para peserta tampak serius menyelesaikan lukisan masing-masing di selasar kantor kepolisian. Beragam interpretasi mengenai perjuangan, pahlawan dan makna kemerdekaan dituangkan ke dalam kanvas.

Kasat Narkoba Polres Metro Tangerang Kota, Arnold Julius Simanjuntak, SE, S.IK, MH, mengatakan lomba tersebut menjadi upaya kepolisian untuk mendorong generasi muda mengeksplorasi nilai perjuangan para pahlawan melalui seni, kegiatan itu tidak hanya menjadi perlombaan, tetapi juga wadah untuk menggali kreativitas generasi muda dan seniman di Kota Tangerang.

“Tujuannya untuk menggalakkan dan mengeksplor para kaum muda serta seniman yang ada di Kota Tangerang dalam mengeksplor bagaimana perjuangan para pahlawan yang selama ini sudah berjuang untuk memerdekakan Negara Republik Indonesia,” ujarnya.

Arnold menjelaskan, peserta lomba berasal dari berbagai kalangan. Pihaknya menggandeng komunitas seni yang menaungi peserta dari kalangan pelajar, mahasiswa hingga masyarakat umum.

“Kami melibatkan Semanggi Center, di mana di situ ada para seniman, terdiri dari adik-adik mahasiswa maupun SMA dan dari umum juga,” jelasnya.

Tak hanya menggelar perlombaan, Polres Metro Tangerang Kota juga menyiapkan tindak lanjut bagi peserta yang berhasil meraih hasil terbaik.

“Nantinya dewan juri akan mencari siapa pemenangnya. Kemudian harapan kami, jagoan dari Tangerang Kota bisa kami masukkan ke tingkat Polda,” kata Arnold.

Lomba Lukis Jadi Jembatan Kebudayaan

Pelaksanaan lomba tersebut mendapat apresiasi dari kalangan seniman. Salah satu juri, Edi Bonetsky, menilai kegiatan yang digelar kepolisian merupakan terobosan menarik untuk membangun kedekatan dengan masyarakat melalui jalur seni dan kebudayaan.

Edi mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Polri membangun silaturahmi dengan masyarakat.

“Ini terobosan yang menarik. Ini perpanjangan dari bagaimana Polri hari ini bisa memberi rasa silaturahmi,” kata Edi.

Menurutnya, lomba lukis juga membuka ruang bagi terbentuknya hubungan kebudayaan antara kepolisian, seniman, pelajar dan masyarakat umum.

“Yang kedua, mungkin ada tali kebudayaan yang dibangun dari lomba lukis ini. Karena bukan hanya seniman, tapi pelajar dan umum juga terlibat,” ujarnya.

Edi juga berharap karya para peserta dapat menjadi bagian dari dokumentasi perjalanan bangsa sekaligus jejak peringatan 81 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Mungkin nanti karya-karyanya punya maksud bisa diarsip oleh Bhayangkara sebagai jejak di 81 tahun Republik Indonesia,” katanya.

Ia juga berharap peserta terbaik dari kegiatan tersebut dapat menjadi wakil dalam ajang perlombaan seni yang digelar Kepolisian Republik Indonesia pada tingkat berikutnya.

“Mudah-mudahan bisa menjadi wakil terbaik untuk periode lanjutan dari lomba-lomba yang diselenggarakan mungkin oleh Kepolisian Republik Indonesia,” ujar Edi.

Dewan Juri bersama para pemenang.

Tiga Pemenang Lomba Lukis

Dari seluruh karya yang diperlombakan, para dewan juri dari Kepolisian yang diwakilkan Wakasat Narkoba Kompol Arif Syaifudin S.E. M,H, bersama Seniman Edi Bonetsky dan Dedi Jauhari dari Benteng Urban Sketcher memilih tiga karya terbaik sebagai juara lomba melukis bertema HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Juara pertama diraih Lasril. Karyanya menyoroti persoalan keseimbangan antara lingkungan hidup dan pesatnya pembangunan. Ia menggambarkan harapan agar keberadaan pohon dan ruang hijau tetap diperhatikan di tengah maraknya pembangunan gedung bertingkat.

Juara kedua diraih Fathur Rahman melalui lukisan sosok pahlawan dengan pesan reflektif tentang kemerdekaan.

Dalam karyanya, Nurdin menuliskan pesan: “Negara ingin merdeka dari penjajah. Rakyat ingin merdeka dari ketidakadilan.”

Sementara juara ketiga diraih M. Nurdin Priyo Utomo melalui karya berjudul Jangan Berhenti Berjuang. Lukisan tersebut menampilkan sebuah topi sekolah dasar berwarna merah putih yang sarat dengan pesan semangat perjuangan generasi penerus bangsa.

Bukan Sekadar Mencari Juara

Wakapolres Metro Tangerang Kota AKBP Fiki N. Ardiansyah, SH, SIK, MKP, MSi turut memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang mengikuti lomba lukis bertema kemerdekaan dan pahlawan tersebut.

Menurut Fiki, kegiatan tersebut tidak semata-mata ditujukan untuk mencari pemenang. Lebih jauh, lomba menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengekspresikan kreativitas dan gagasan melalui karya seni.

“Lomba ini untuk menunjukkan wujud kecintaan kita kepada masyarakat. Juga tugas kita menyalurkan kreativitas dalam menuangkan ide dan imajinasi kita,” ujar Fiki.

Kegiatan lomba lukis tersebut sekaligus menunjukkan bahwa peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dapat dirayakan melalui berbagai pendekatan, termasuk seni dan kebudayaan.

Bagi Polres Metro Tangerang Kota, kegiatan itu diharapkan menjadi ruang perjumpaan antara kepolisian, seniman, pelajar dan masyarakat sekaligus membuka peluang bagi lahirnya talenta-talenta seni baru dari Kota Tangerang. (Ups)

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.