Pemprov DKI dan RSPI Sulianti Saroso, Perkokoh Ketahanan Kesehatan 

oleh -125 Dilihat
banner 468x60

JAKARTA.Cybernewsnasional.com-Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memperkuat sinergi antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dengan Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Prof. Dr. Sulianti Saroso serta Kementerian Kesehatan sebagai langkah memperkokoh ketahanan kesehatan (health resilience) ibu kota. Kolaborasi ini difokuskan pada penguatan pelayanan kesehatan, pengembangan fasilitas, pendidikan, penelitian, dan kesiapsiagaan menghadapi penyakit infeksi.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Pramono saat mengunjungi RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso di Jakarta Utara, Kamis (23/7).

banner 336x280

“Kunjungan ini untuk memperkuat sinergi antara RSPI yang berada di bawah Kementerian Kesehatan dengan Pemerintah DKI Jakarta. Saya melihat salah satu masa depan Jakarta berada di kawasan utara. Ada JIS, Ancol, dan kini konektivitas keduanya semakin baik sehingga jumlah masyarakat yang datang terus meningkat. Karena itu, harus ada sistem pendukung, termasuk rumah sakit yang siap memberikan pelayanan apabila dibutuhkan,” ujar Pramono.

Dalam kunjungannya, Gubernur meninjau sejumlah fasilitas rumah sakit sekaligus membahas peluang kerja sama di bidang pelayanan kesehatan, pengembangan infrastruktur, pendidikan, serta riset. Menurutnya, pesatnya perkembangan kawasan Jakarta Utara harus diimbangi dengan sistem layanan kesehatan yang tangguh dan responsif.

RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso dinilai memiliki posisi strategis karena berada di kawasan penyangga berbagai pusat aktivitas, seperti Jakarta International Stadium (JIS), Ancol, Pelabuhan Tanjung Priok, serta terhubung dengan jaringan transportasi publik.

Rumah sakit yang berdiri di atas lahan sekitar 131.000 meter persegi dengan luas bangunan sekitar 22.000 meter persegi tersebut merupakan pusat rujukan nasional untuk penanganan penyakit infeksi. Selain memberikan layanan diagnosis, terapi, dan rehabilitasi, RSPI juga berperan dalam pendidikan, pelatihan, penelitian, pengembangan teknologi kesehatan, serta penguatan kapasitas rumah sakit lain melalui jejaring pengampuan penyakit infeksi.

Pramono menegaskan, kapasitas tersebut perlu terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor agar Jakarta semakin siap menghadapi berbagai risiko kesehatan, termasuk potensi kedaruratan akibat penyakit infeksi.

“Salah satu yang ingin diperkuat adalah ketahanan kesehatan atau health resilience. Rumah sakit dengan fasilitas sebaik ini akan semakin optimal apabila seluruh pemangku kepentingan, terutama Pemerintah DKI Jakarta, bersama-sama mendukung pengembangan dan peningkatan fasilitas yang diperlukan,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya membangun ekosistem kesehatan yang kuat melalui sinergi antara pemerintah, rumah sakit, dan perguruan tinggi. Menurutnya, kolaborasi tersebut akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang kesehatan sekaligus mendorong lahirnya berbagai inovasi untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

“Harapan saya, ke depan kita dapat bekerja sama membangun ekosistem kesehatan yang lebih kuat bersama RSPI dan Kementerian Kesehatan. Rumah sakit ini juga telah menjadi rujukan bagi berbagai perguruan tinggi, tidak hanya di Jakarta, tetapi juga dari berbagai daerah,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso, dr. H. Harli Amir Mahmudji, Sp.PD-KEMD, menyambut baik penguatan kerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta. Menurutnya, sinergi tersebut akan semakin meningkatkan mutu pelayanan kesehatan sekaligus memperluas akses layanan bagi masyarakat.

“Hari ini kami mendapat kehormatan atas kunjungan Bapak Gubernur DKI Jakarta ke RSPI sebagai rumah sakit dengan keunggulan layanan penyakit infeksi, mulai dari diagnosis, terapi, hingga rehabilitasi. Harapan kami, kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ke depan semakin erat sehingga bersama-sama dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat,” ujar Harli.

Melalui kolaborasi ini, Pemprov DKI Jakarta dan RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso berharap mampu membangun sistem kesehatan yang lebih tangguh, adaptif, dan siap menghadapi tantangan kesehatan masyarakat di masa mendatang, khususnya di kawasan Jakarta Utara yang terus berkembang sebagai salah satu pusat pertumbuhan ibu kota.

 

(Sunarno)

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.