MUI Kota Tangerang akan Siapkan Rumah Rehabilitasi, BNN Dorong Intervensi Berbasis Masyarakat Cegah Narkoba

oleh -1042 Dilihat
oleh
Kepala BNN, Kombes Pol. Dr. Josephien Vivick Tjangkung. Ketua Ganar MUI Kota Tangerang, Pahrul Roji dan Om Dik Doank, saat diwawancarai usai acara penyuluhan bahaya Narkoba dalam rangkaian acara Halal Fest 2026.
banner 468x60

KOTA TANGERANG, Cybernewsnasional.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang berencana membangun rumah rehabilitasi bagi pengguna narkoba sebagai upaya memperkuat penyelamatan korban penyalahgunaan narkotika. Di saat yang sama, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tangerang mendorong pembentukan Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) agar warga menjadi garda terdepan dalam mencegah peredaran narkoba di lingkungan masing-masing.

Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan penyuluhan bahaya narkoba yang digelar MUI Kota Tangerang dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-51 MUI.

banner 336x280

Kepala BNN Kota Tangerang, Kombes Pol. Dr. Josephien Vivick Tjangkung, mengatakan keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting untuk memutus mata rantai peredaran narkoba.

Karena itu, BNN mendorong pembentukan Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) agar warga dapat berperan aktif melakukan pencegahan di lingkungan tempat tinggalnya.

“Kegiatan ini memiliki massa yang cukup besar di Kota Tangerang sehingga bisa menggaung kepada seluruh masyarakat agar peduli terhadap persoalan narkoba. Kami berharap para pelajar dan generasi muda bisa menjadi bagian dari Intervensi Berbasis Masyarakat,” kata Vivick.

Menurutnya, pendekatan IBM dinilai efektif karena masyarakat dapat menjadi pihak pertama yang mendeteksi sekaligus mencegah masuknya jaringan narkoba.

“Ini sangat baik sekali karena dengan cara kita melakukan IBM kepada kalangan masyarakat, masyarakat akan terbuka dan bisa bersama-sama menjadikan wilayah mereka terbebas dari serangan jaringan narkoba,” ujarnya.

BNN juga akan memperkuat langkah pencegahan melalui deteksi dini. Namun, masyarakat yang terlibat dalam program IBM harus memiliki kapasitas dan pemahaman yang memadai agar mampu menjadi penyambung informasi mengenai bahaya narkoba.

“Salah satunya adalah pencegahan, dan nanti ke depan juga kita akan lakukan deteksi dini. Untuk menjadi program IBM ini harus orang-orang yang betul-betul memiliki kualitas untuk menjadi corong pencegahan narkoba di wilayah masing-masing,” jelasnya.

Dik Doank mengedukasi bahaya narkoba kepada audiens yang hadir.

Dalam kesempatan itu, Vivick mengungkapkan hasil pemetaan intelijen BNN RI menunjukkan wilayah Tanah Tinggi dan Cipondoh masih masuk kategori zona merah penyalahgunaan narkoba di Kota Tangerang.

“Hasil intelijen BNN RI, ada wilayah kita salah satunya Tanah Tinggi, juga ada di Cipondoh, itu merupakan zona merah untuk penyalahgunaan narkoba. Hal itu juga terbukti dengan pengungkapan kasus yang kami lakukan, di mana terdapat barang bukti sekitar 10 kilogram dari jaringan Sumatra-Jawa. Ini menandakan masyarakat kita masih kurang peduli terhadap wilayahnya,” ungkapnya.

Ia juga mengakui Kota Tangerang hingga kini masih menjadi jalur transit peredaran narkotika. Terkait jenis narkotika yang paling banyak beredar, Vivick menyebut ganja masih mendominasi dibandingkan narkotika jenis lainnya.

“Masih dalam jaringan transit, masih banyak yang ganja. Kalau sabu tidak terlalu dominan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Gerakan Nasional Anti Narkoba (GANAR) MUI Kota Tangerang, Fahrurozi atau Aroel, mengatakan penyuluhan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya pelajar, terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba sejak dini.

Menurutnya, edukasi harus terus dilakukan karena masih banyak masyarakat yang belum memahami dampak penyalahgunaan narkotika, termasuk proses pemulihan bagi para penggunanya.

Aroel menegaskan, GANAR MUI Kota Tangerang akan memperluas gerakan pencegahan dengan menggandeng BNN, organisasi kemasyarakatan, dan organisasi kepemudaan. Selain itu, MUI juga tengah menyiapkan rencana pembangunan rumah rehabilitasi bagi pengguna narkoba melalui kerja sama dengan lembaga rehabilitasi yang telah beroperasi di Kota Tangerang.

“Kami akan terus bergerak bersama teman-teman BNN, organisasi kemasyarakatan, dan organisasi kepemudaan untuk melakukan sosialisasi bahaya narkoba di masyarakat Kota Tangerang. Ke depan kami juga akan mencoba membangun rumah rehabilitasi bagi para pengguna dengan bekerja sama dengan rumah rehabilitasi yang sudah ada di Kota Tangerang,” tutupnya.

Dalam kegiatan tersebut, MUI Kota Tangerang juga menghadirkan budayawan Dik Doank sebagai motivator bagi ratusan pelajar. Melalui pendekatan interaktif, ia mengajak para peserta menjauhi narkoba dan membangun karakter positif.

“Anak-anak senang diajak berinteraksi. Dengan cara itu pesan tentang bahaya narkoba lebih mudah mereka pahami dan ingat,” tandasnya.

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.