Komut dan Dirut Pertamina Tegaskan Budaya Keselamatan sebagai Fondasi Ketahanan Energi Nasional di Jambore HSSE 2026

oleh -134 Dilihat
banner 468x60

BANYUASIN.Cybernewsnasional.com-PT Pertamina (Persero) kembali menegaskan komitmennya dalam membangun budaya keselamatan kerja sebagai fondasi utama ketahanan energi nasional. Komitmen tersebut disampaikan dalam pembukaan Jambore Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) 2026 yang digelar di kawasan bersejarah Komperta Plaju, Sungai Gerong, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Kamis (23/7/2026).

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Management Walkthrough (MWT) Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) itu dihadiri langsung Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan bersama Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri. Kehadiran keduanya menjadi simbol kuat sinergi pimpinan tertinggi Pertamina dalam memastikan keandalan operasi, keselamatan pekerja, serta keberlanjutan bisnis energi nasional.

banner 336x280

Dalam arahannya di hadapan ratusan perwira Pertamina, Mochamad Iriawan menegaskan bahwa keberhasilan perusahaan tidak semata diukur dari capaian produksi, efisiensi anggaran, penyelesaian proyek, maupun keuntungan finansial. Menurutnya, ukuran keberhasilan yang sesungguhnya adalah ketika seluruh pekerja dapat kembali ke rumah dengan selamat, seluruh fasilitas beroperasi secara andal, lingkungan tetap terjaga, dan kepercayaan masyarakat terus meningkat.

“Bagi saya, sebuah operasi hanya dapat disebut berhasil apabila seluruh pekerja pulang ke rumah dengan selamat, seluruh fasilitas beroperasi secara andal, lingkungan tetap terjaga, dan kepercayaan masyarakat semakin kuat. Safety is not a priority, because priorities can change. Safety is a value,” tegas Iriawan.

Pria yang akrab disapa Iwan Bule itu juga mengajak seluruh insan Pertamina untuk menjadikan berbagai pengalaman operasional pada tahun sebelumnya sebagai pembelajaran berharga. Ia menilai evaluasi tidak cukup berhenti pada faktor penyebab langsung, seperti kelalaian inspeksi atau lemahnya pengawasan, tetapi harus mampu mengidentifikasi akar persoalan yang bersifat sistemik di dalam organisasi.

Salah satu tantangan yang disorotnya adalah ketidakseimbangan antara beban pekerjaan dan kapasitas organisasi. Iriawan mengibaratkan kondisi tersebut seperti seseorang yang memaksakan diri mengunyah terlalu banyak makanan sekaligus hingga berisiko tersedak.

“Organisasi juga demikian. Kalau kita memaksakan terlalu banyak pekerjaan melampaui kapasitas organisasi, maka kita sedang menciptakan risiko yang sebenarnya bisa kita hindari. Focus creates excellence, overload creates risk,” ujarnya.

Sebagai langkah nyata, Iriawan menyampaikan lima arahan strategis kepada seluruh jajaran Pertamina, yakni menetapkan prioritas kerja secara tepat, memperkuat kapasitas organisasi sebelum melakukan ekspansi operasional, menghadirkan kepemimpinan yang aktif di lapangan (visible leadership), memperkuat fungsi engineering authority yang independen, serta membangun sistem pembelajaran terintegrasi melalui One Pertamina Learning System.

Ia menegaskan bahwa keselamatan kerja bukan sekadar pemenuhan regulasi atau target perusahaan, melainkan sebuah nilai yang harus tertanam dalam setiap keputusan dan tindakan seluruh insan Pertamina.

Sejalan dengan arahan Komisaris Utama, Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, mengapresiasi capaian positif kinerja HSSE Pertamina hingga pertengahan tahun 2026. Namun, ia mengingatkan bahwa pencapaian tersebut tidak boleh menimbulkan rasa aman yang berlebihan.

“Dalam HSSE, angka yang baik tidak boleh melahirkan rasa aman yang semu. Risiko tidak pernah beristirahat, ia hanya menunggu saat kita lengah. Budaya keselamatan tidak dibangun oleh slogan, tetapi oleh keputusan yang tetap benar, bahkan ketika tidak ada seorang pun yang sedang mengawasi,” ujar Simon.

Simon juga meminta seluruh pimpinan Pertamina Group menjadikan capability assurance sebagai bagian penting dari strategi bisnis perusahaan. Menurutnya, standar keselamatan harus diterapkan secara konsisten, tidak hanya di lingkungan internal Pertamina, tetapi juga oleh seluruh kontraktor dan mitra kerja yang terlibat dalam operasional perusahaan.

Usai pembukaan Jambore HSSE, jajaran Dewan Komisaris dan Direksi Pertamina melakukan peninjauan lapangan untuk menyaksikan secara langsung simulasi fire ground, yakni latihan penanganan kebakaran yang diperagakan oleh para perwira Pertamina.

Simulasi tersebut menunjukkan kesiapsiagaan personel, kemampuan teknis, serta koordinasi yang menjadi bagian penting dalam menjaga keandalan operasional perusahaan.

Atraksi tersebut sekaligus menegaskan bahwa budaya keselamatan, profesionalisme, dan kepemimpinan yang hadir langsung di lapangan merupakan fondasi utama Pertamina dalam menjaga ketahanan energi nasional yang aman, andal, dan berkelanjutan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Komisaris Independen PT Pertamina (Persero) Condro Kirono, Direktur Sumber Daya Manusia PT Pertamina (Persero) Andy Arvianto, Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra, serta Senior Vice President HSSE PT Pertamina (Persero) I Ketut Laba.

 

(Sunarno)

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.