Warga Kalibaru Ikuti Skrining TB Gratis, Pemkot Jakut Perkuat Deteksi Dini dan Cegah Penularan

oleh -69 Dilihat
banner 468x60

JAKARTA.Cybernewsnasional.com-Upaya mempercepat penemuan kasus Tuberkulosis (TB) sekaligus memutus mata rantai penularan terus digencarkan di Jakarta Utara. Sebanyak 120 warga RW 014, Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilincing, mengikuti kegiatan Active Case Finding (ACF) atau penemuan kasus aktif melalui pemeriksaan kesehatan bagi kontak serumah dan kontak erat pasien TB yang digelar di Kantor RW 014 Kelurahan Kalibaru, Kamis (16/7).

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Puskesmas Kecamatan Cilincing, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Tanjung Priok melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL/CSR), serta RS Islam Jakarta Sukapura yang menyediakan mobil rontgen untuk mendukung proses skrining.

banner 336x280

Kepala Puskesmas Kecamatan Cilincing, dr. Raden Achmad Sigit, mengatakan bahwa Tuberkulosis masih menjadi salah satu persoalan kesehatan masyarakat yang membutuhkan penanganan serius melalui deteksi dini, skrining, dan pelacakan kontak erat pasien.

“Tahun ini kami melaksanakan skrining dan tracing di 120 lokasi di wilayah Kecamatan Cilincing dengan target sekitar 100 orang di setiap lokasi. Program ini berjalan bersamaan dengan kegiatan dari Kementerian Kesehatan dan mendapat dukungan tambahan dari Pelindo serta RS Islam Jakarta Sukapura sehingga cakupan pemeriksaan dapat semakin luas,” ujarnya, didampingi Kepala Puskesmas Pembantu Kalibaru, dr. Muvinda Yuningrum Putri.

Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan mampu menemukan kasus TB sejak dini sehingga penanganan dapat segera dilakukan dan penyebaran penyakit bisa dicegah.

“Yang terpenting adalah menemukan kasus sedini mungkin, kemudian melakukan pemeriksaan kepada kontak serumah agar penularan dapat dihentikan. TB merupakan penyakit yang dapat disembuhkan asalkan pasien disiplin dan tuntas menjalani pengobatan,” jelasnya.

Selain melakukan skrining, Puskesmas Kecamatan Cilincing juga terus meningkatkan edukasi kepada masyarakat melalui pembentukan Kampung Siaga TB, pelatihan kader kesehatan, serta sosialisasi mengenai pentingnya deteksi dini dan kepatuhan menjalani pengobatan.

Sementara itu, Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Suku Dinas Kesehatan Kota Administrasi Jakarta Utara, dr. Sari Agustina, mengapresiasi kolaborasi pemerintah dengan sektor swasta dalam memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat.

“Ini merupakan salah satu fasilitas kesehatan gratis yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Jika hasil rontgen mengarah pada TB, warga tidak perlu khawatir karena dapat segera datang ke Puskesmas Pembantu Kalibaru untuk mendapatkan pengobatan. Setelah menjalani pengobatan selama sekitar dua minggu, risiko penularan akan menurun secara signifikan,” katanya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk menghilangkan stigma terhadap penderita TB dan memberikan dukungan agar mereka dapat menyelesaikan pengobatan hingga tuntas.

“Jangan menjauhi penderita TB. Justru mereka perlu didampingi agar pengobatannya tuntas. Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat, kita dapat bersama-sama menekan angka penularan TB di Jakarta Utara,” tambahnya.

Salah seorang warga RT 006/RW 014 Kelurahan Kalibaru, Kurniawati, mengaku sangat terbantu dengan adanya layanan skrining TB yang dilaksanakan di lingkungan tempat tinggalnya.

“Terima kasih atas pelayanan kesehatan yang diberikan kepada kami. Adanya pemeriksaan TB dengan sistem jemput bola ini sangat membantu karena lokasinya dekat dari rumah dan tidak dipungut biaya,” tuturnya.

Melalui kegiatan Active Case Finding (ACF) ini, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara bersama seluruh mitra berharap semakin banyak kasus TB dapat ditemukan lebih awal sehingga penanganan bisa dilakukan secara cepat, angka penularan menurun, dan target eliminasi Tuberkulosis di Indonesia dapat tercapai.

 

( Sunarno )

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.