Peringati HLUN Ke-30, Pemprov DKI Tegaskan Komitmen Layanan Perlindungan Lansia

oleh -140 Dilihat
banner 468x60

JAKARTA.Cybernewsnasional.com-Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa transformasi Jakarta menuju kota global harus berjalan beriringan dengan pemenuhan hak dan peningkatan kualitas hidup warga lanjut usia (lansia). Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) Ke-30 Tahun 2026 di Jakarta Bird Land, Ancol, Jakarta Utara, Selasa (14/7).

​Acara ini dihadiri oleh sekitar 500 peserta yang tergabung dalam Forum Komunikasi Lanjut Usia (FKLU) dari lima wilayah kota administrasi Jakarta.

banner 336x280

​”Saya betul-betul gembira melihat semangat Bapak dan Ibu sekalian. Ini menunjukkan bahwa lansia di DKI Jakarta mendapatkan perhatian besar dari pemerintah daerah,” ujar Pramono.

​Respons Terhadap Pertumbuhan Populasi Lansia

​Saat ini, Jakarta dihuni oleh sekitar 1,16 juta lansia, atau setara dengan 10,6 persen dari total populasi. Menurut Pramono, besarnya angka ini harus menjadi pertimbangan penting dalam perencanaan kota. Pembangunan Jakarta tidak boleh hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga wajib memastikan warga senior mendapatkan perlindungan, akses layanan, serta ruang interaksi yang layak.

​”Pertemuan-pertemuan seperti ini membuat umur panjang, karena membuat orang merasa dirinya tetap bermanfaat dan produktif,” tuturnya.

​Di bidang perlindungan sosial, Pemprov DKI Jakarta terus menyalurkan Kartu Lansia Jakarta (KLJ). Hingga Juni 2026, program jaminan sosial ini telah dimanfaatkan oleh 168.497 lansia. Pramono memastikan bahwa bantuan ini akan diprioritaskan bagi warga yang benar-benar membutuhkan.

​”Bagi lansia dari keluarga mampu, mohon maaf, belum bisa mendapatkan Kartu Lansia. Kami membuka pendaftaran ini dengan memprioritaskan mereka yang benar-benar membutuhkan, sementara yang mampu diharapkan mendapat dukungan dari keluarganya,” jelas Pramono.

​Layanan Kesehatan dan Edukasi Spesifik

​Tidak hanya bantuan tunai, Pemprov DKI juga menyediakan layanan kesehatan gratis melalui Posyandu Lansia, Poli Lansia Terpadu, hingga layanan kunjungan rumah (home care) oleh Pasukan Putih untuk warga dengan keterbatasan mobilitas. Pramono pun mengajak para lansia untuk tidak ragu memanfaatkan fasilitas tersebut.

​”Kalau sudah waktunya check-up, silakan datang Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu sekalian. Layisannya sudah gratis, jadi harus dimanfaatkan dengan baik,” imbaunya.

​Untuk menjaga kemandirian warga senior, Pemprov DKI turut mengembangkan program Sekolah Lansia sebagai wadah belajar, pemberdayaan, dan interaksi sosial. Saat ini, telah terbentuk 78 Sekolah Lansia di Jakarta dengan total 2.278 peserta.

​”Yang paling penting bagi lansia adalah merasa tetap produktif, bahagia, dan yang utama adalah tetap mendapatkan kasih sayang dari keluarga,” tambah Pramono.

​Menuju Kota Global yang Inklusif

​Kemudahan mobilitas melalui fasilitas transportasi publik gratis dan akses ramah lansia ke berbagai destinasi wisata juga menjadi bagian penting dari kebijakan ini. Menjelang usia Jakarta yang hampir menginjak lima abad, Pramono menilai kota ini harus tumbuh menjadi tempat yang nyaman bagi semua generasi.

​”Jakarta harus menjadi kota global yang ramah untuk semua generasi. Kolaborasi antara pemerintah, keluarga, FKLU, komunitas, dunia usaha, hingga tenaga kesehatan harus diperkuat agar para lansia dapat hidup sehat, aktif, mandiri, berdaya, dan bermartabat,” tegasnya.

​Ia menambahkan, esensi utama dari seluruh program ini adalah menjaga harapan hidup warga senior.

​”Kata kuncinya adalah lansia di Jakarta merasa memiliki harapan. Seseorang yang punya harapan biasanya akan lebih semangat untuk hidup,” pungkas Pramono.

​Apresiasi dari Warga Senior

​Di sisi lain, Ketua FKLU Provinsi DKI Jakarta, Maria Ulfani, menyampaikan apresiasinya atas pendampingan yang diberikan Pemprov DKI, terutama dalam membantu para lansia beradaptasi dengan sistem digital.

​”Pelayanan di rumah sakit dan puskesmas sangat memuaskan. Kami yang lansia ini banyak yang gagap teknologi (gaptek) dan kesulitan kalau harus daftar secara online. Namun, setiap kali kami datang, selalu ada petugas yang sigap membantu. Ke depannya, kami ingin terus menjaga kesehatan dan tetap menjadi warga Jakarta yang berguna,” ungkap Maria.

 

( Sunarno )

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.