Gerakan Ayah Antar Anak ke Sekolah Diperkuat di Jakarta

oleh -92 Dilihat
banner 468x60

JAKARTA.Cybernewsnasional.com-Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga/BKKBN) RI meninjau pelaksanaan Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS) di SLBN 02 Jakarta, Kelurahan Lenteng Agung, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Senin (13/7/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat peran ayah dalam pengasuhan anak, sekaligus membangun kedekatan emosional sejak hari pertama masuk sekolah.

banner 336x280

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga RI, Wihaji, mengatakan GAMAS bertujuan mendorong para ayah meluangkan waktu untuk mengantar dan mendampingi anak pada hari pertama sekolah sebagai bentuk kehadiran orang tua dalam proses tumbuh kembang anak.

Ia menjelaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) agar para ayah, khususnya Aparatur Sipil Negara (ASN), mendapat kesempatan mengantar anak ke sekolah.

“Pak Menteri PANRB sudah mengeluarkan surat edaran kepada seluruh kementerian dan lembaga agar memberikan dispensasi bagi para ayah untuk mengantar anak ke sekolah pada hari pertama masuk,” ujar Wihaji.

Menurutnya, SLBN 02 Jakarta dipilih sebagai lokasi peninjauan karena melayani sekitar 90 anak berkebutuhan khusus yang mendapatkan dukungan penuh dari orang tua dalam proses belajar.

“Kehadiran ayah akan membangun kedekatan emosional, memberikan motivasi, dan menumbuhkan rasa percaya diri anak saat memulai tahun ajaran baru,” katanya.

Wihaji juga mengungkapkan, sekitar 25 persen anak di Indonesia mengalami fenomena fatherless atau kehilangan figur ayah secara psikologis. Kondisi tersebut, menurutnya, perlu menjadi perhatian karena dapat memengaruhi perkembangan anak.

Selain itu, ia mengingatkan bahwa penggunaan gawai secara berlebihan berpotensi menggantikan peran orang tua apabila anak tidak mendapatkan pendampingan yang cukup.

“Rata-rata delapan hingga sepuluh jam setiap hari, algoritma gawai dapat memengaruhi pikiran dan perilaku anak-anak kita,” jelasnya.

Ia menambahkan, saat ini terdapat hampir 250 ribu anak berkebutuhan khusus yang menempuh pendidikan di Indonesia, termasuk sekitar 6.000 anak di DKI Jakarta.

Wihaji juga mengapresiasi komitmen Pemprov DKI Jakarta yang memiliki 13 Sekolah Luar Biasa (SLB) dengan fasilitas yang dinilai memadai untuk mendukung pendidikan dan pengembangan keterampilan anak berkebutuhan khusus.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia, mengatakan Pemprov DKI telah mendukung pelaksanaan GAMAS melalui Surat Edaran Sekretaris Daerah yang mengimbau ASN mengantar anak ke sekolah pada hari pertama masuk.

Selain itu, Pemprov DKI juga terus memperkuat peran ayah melalui Program Ayah Idaman (AMAN) sebagai wadah pembelajaran bagi para ayah untuk menerapkan pola asuh positif dan membangun komunikasi yang lebih baik dengan anak.

“Ayah Idaman adalah sosok ayah yang hadir dalam setiap proses tumbuh kembang anak, membangun komunikasi yang baik, serta menjalankan fungsi keluarga untuk mewujudkan keluarga yang harmonis,” ujar Dwi.

Melalui kolaborasi antara pemerintah pusat dan Pemprov DKI Jakarta, Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah diharapkan dapat mendorong semakin banyak ayah terlibat aktif dalam pengasuhan. Kehadiran ayah tidak hanya sebatas mengantar anak ke sekolah, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam membangun rasa aman, percaya diri, dan karakter anak menuju masa depan yang lebih baik.

(Sunarno)

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.