JAKARTA.Cybernewsnasional.com-Keluhan warga terkait maraknya truk kontainer dan kendaraan berat yang melintas disaat setiap berangkat dan pulang sekolah di Jalan SMP 122 Kapuk Muara, Penjaringan, Jakarta Utara, mendapat respons dari Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Utara.
Sebelumnya, warga mengeluhkan akses jalan menuju SMPN 122 Jakarta dan sekitar SDN Kapuk Muara 03 yang masih dipadati truk kontainer serta mobil boks berukuran besar. Kondisi tersebut dinilai membahayakan keselamatan ratusan pelajar yang setiap hari melintas di kawasan itu.
Menanggapi laporan dan link pemberitaan yang dikirim, Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Utara, Rudi Saptari, menyampaikan respons positif dan akan menjadikan persoalan tersebut sebagai bahan penataan kendaraan berat di wilayah Jakarta Utara.
“Nanti akan kami masukkan sebagai bahan untuk tim penataan depo dan parkir kendaraan berat di wilayah Jakarta Utara,” ujar Kepala Sudinhub Jakarta Utara, Rudi Saptari, dalam pesan singkatnya, Sabtu (9/5/2026).
Respons tersebut disambut baik warga, para wali murid, hingga Ketua LMK Kelurahan Kapuk Muara, Ramdhoni, yang selama ini berharap adanya langkah konkret dari pemerintah untuk menata lalu lintas kendaraan berat di kawasan permukiman dan sekolah.
Ramdhoni berharap tindak lanjut dari Sudinhub Jakarta Utara tidak berhenti pada tahap kajian, tetapi juga diwujudkan melalui pengaturan jam operasional kendaraan berat serta pemasangan rambu lalu lintas di titik rawan.
“Kalau bisa seperti di Jembatan Kapuk Muara, ada plang resmi dari Dishub soal pembatasan jam kendaraan besar. Jadi anak-anak sekolah lebih aman,” tegas Ramdhoni di sekretariat RW 02 didampingi Kesra Kapuk Muara dan tokoh masyarakat.
Warga juga meminta adanya pengawasan rutin terhadap kendaraan berat yang melanggar aturan jam operasional, terutama pada pagi dan siang hari saat aktivitas pelajar sedang padat.
Sebelumnya, kondisi jalan sempit tanpa trotoar di kawasan Kapuk Muara menjadi sorotan karena para pelajar harus berjalan berdampingan dengan truk kontainer yang melintas setiap hari. Kondisi tersebut dinilai rawan kecelakaan dan membahayakan keselamatan anak-anak sekolah.
Masyarakat berharap adanya sinergi antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Dinas Perhubungan, aparat wilayah, hingga pemilik depo kendaraan berat agar keselamatan pelajar menjadi prioritas utama.
(Sunarno)











