BPJS Kesehatan Percepat Layanan Lewat 8 Program Andalan

oleh -143 Dilihat
banner 468x60

JAKARTA.Cybernewsnasional.com-BPJS Kesehatan menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan kualitas layanan bagi peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Melalui jajaran direksi periode 2026–2031, BPJS Kesehatan meluncurkan delapan program unggulan bertajuk Quick Wins yang ditargetkan rampung dalam 100 hari kerja pertama.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan utama peserta, khususnya dalam mendapatkan layanan yang cepat dan solutif.

banner 336x280

“Harapan masyarakat sederhana, yakni mendapatkan respons yang cepat dan solusi saat menghadapi kendala layanan. Karena itu, kami menghadirkan program yang benar-benar berangkat dari aspirasi peserta,” ujar Pujo dalam peluncuran program, Rabu (15/4/2026).

Ia menambahkan, delapan program tersebut terbagi dalam dua fokus utama, yakni empat program Customer Centric dan empat program Collaborative.

Pada sisi Customer Centric, BPJS Kesehatan menghadirkan program Respons Cepat Solutif, Iuran Kuat, Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) Muda, serta Eliminasi Inefisiensi. Program ini menitikberatkan pada peningkatan kualitas layanan langsung kepada peserta, termasuk penanganan keluhan hingga ke wilayah pedesaan.

Salah satu inovasi utama dalam program Respons Cepat Solutif adalah pengoperasian layanan administrasi berbasis WhatsApp, yakni PANDAWA, yang kini hadir selama 24 jam penuh.

Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan, Akmal Budi Yulianto, menyebut bahwa sebelumnya layanan PANDAWA hanya dapat diakses pada jam kerja, namun kini telah diperluas tanpa batas waktu.

“Kami menghadirkan standar baru layanan cepat, di mana layanan prioritas akan direspons kurang dari lima menit oleh petugas PANDAWA,” jelas Akmal.

Layanan prioritas tersebut mencakup penambahan anggota keluarga, pengaktifan kembali kepesertaan, serta perubahan data peserta seperti identitas dan nomor kontak.

Transformasi digital ini juga mendapat dukungan dari Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid. Ia menilai bahwa digitalisasi layanan publik menjadi langkah penting menuju digital welfare state.

“Layanan publik harus bergerak dari reaktif menjadi proaktif. PANDAWA 24 jam adalah bagian dari arah besar transformasi digital nasional,” ujarnya.

Apresiasi serupa juga disampaikan Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, yang menilai kemudahan akses layanan kesehatan menjadi fondasi penting dalam pembangunan sumber daya manusia.

“Ini merupakan terobosan besar yang menjawab kebutuhan masyarakat akan layanan yang cepat dan responsif,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua BAZNAS RI, Zainul Tauhid Sa’adi, menilai inovasi tersebut sebagai bukti nyata kehadiran negara dalam memberikan kemudahan layanan kesehatan tanpa batas ruang dan waktu.

Di sisi lain, program Collaborative yang diluncurkan mencakup P-Care MBG, Siswa Sehat Sekolah Rakyat, Desa Sehat JKN, serta JKN untuk wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar). Program ini melibatkan sinergi lintas sektor untuk memperluas jangkauan layanan kesehatan.

Dengan berbagai inovasi tersebut, BPJS Kesehatan optimistis dapat memperkuat kualitas layanan JKN sekaligus mendukung pembangunan kesehatan nasional yang lebih merata dan berkelanjutan.

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.