Retret PWI Perkuat Disiplin, Bela Negara, dan Profesionalisme Pers

oleh -304 Dilihat
banner 468x60

BOGOR.Cybernewsnasional.com-Memasuki hari kedua pelaksanaan Retret Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), para peserta mengawali rangkaian kegiatan dengan olahraga pagi bersama di Pusat Kompetensi Bela Negara, Desa Cibodas, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (30/1/2026).

Kegiatan ini diikuti sekitar 160 peserta yang merupakan perwakilan PWI Pusat dan PWI Daerah dari seluruh Indonesia. Suasana pagi yang sejuk menambah semangat para peserta dalam mengikuti olahraga bersama yang bertujuan menjaga kebugaran fisik sekaligus mempererat kebersamaan antarsesama insan pers.

banner 336x280

Usai olahraga pagi, kegiatan dilanjutkan dengan latihan Peraturan Baris Berbaris (PBB). Latihan ini dirancang untuk menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, serta solidaritas sebagai bekal penting dalam menjalankan profesi jurnalistik.

Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut dengan pembekalan Nilai Dasar Bela Negara yang disampaikan oleh Widyaiswara Pusat Kompetensi Bela Negara. Materi tersebut menekankan pentingnya pemahaman dan internalisasi nilai-nilai kebangsaan agar wartawan mampu menjalankan tugas jurnalistik secara profesional, berimbang, dan berorientasi pada kepentingan bangsa dan negara.

Retret yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertahanan Republik Indonesia ini diharapkan mampu memperkuat fisik, mental, serta kesadaran kebangsaan wartawan. Nilai disiplin, tanggung jawab, dan kebersamaan yang ditanamkan selama kegiatan menjadi fondasi penting bagi pers dalam menjalankan peran strategisnya sebagai pilar demokrasi yang profesional dan berintegritas.

Pada sesi berikutnya, peserta mendapatkan pemaparan dari Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamendigi) Indonesia, Nezar Patria. Dalam paparannya, Nezar menegaskan bahwa masa depan pers nasional sangat ditentukan oleh kemampuan membangun ekosistem jurnalistik yang sehat di tengah arus transformasi digital.

“Masa depan pers nasional sangat ditentukan oleh kemampuan kita membangun ekosistem jurnalistik yang sehat, adil, dan berkelanjutan di tengah transformasi digital. Pemerintah berkomitmen menciptakan fair level playing field melalui penguatan kebijakan publisher rights, agar pers nasional tidak terpinggirkan oleh dominasi platform digital global,” ujar Nezar Patria.

Nezar juga menekankan pentingnya kehati-hatian dalam pemanfaatan kecerdasan buatan di bidang jurnalistik. Menurutnya, teknologi tersebut harus tetap berada dalam koridor etika dan kendali manusia.

“Kecerdasan buatan adalah alat bantu, bukan pengganti jurnalis. Keputusan editorial harus tetap berada di tangan manusia yang bertanggung jawab demi menjaga ketahanan informasi, demokrasi, dan keamanan nasional,” pungkasnya.

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.