Jeritan Ibu Korban Menggema, LBH Gekira Kawal Kematian Mahasiswi UNIMA

oleh -63 Dilihat
banner 468x60

Tomohon.Cybernewsnasional.com-Duka mendalam menyelimuti keluarga Anthonieta Evia Maria Mangolo, mahasiswi Universitas Negeri Manado (UNIMA) yang meninggal dunia di Kota Tomohon. Di tengah rasa kehilangan yang belum terpulihkan, keluarga almarhumah menuntut kejelasan dan keadilan atas peristiwa yang merenggut nyawa putri mereka.

Dengan suara bergetar dan mata berkaca-kaca, ibu kandung almarhumah menyampaikan permohonan bantuan hukum agar kematian anaknya tidak berlalu tanpa kepastian.

banner 336x280

“Saya ibu kandung dari almarhumah Evia. Anak kami meninggal di Tomohon. Kami hanya ingin kejelasan dan keadilan. Karena itu kami mohon bantuan hukum agar kasus ini diusut dengan benar,” ungkapnya penuh harap.

Jeritan hati seorang ibu tersebut mendapat respons serius dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Gekira. Ketua LBH Gekira, Dr. Santrawan Paparang, S.H., M.H., M.Kn., menegaskan pihaknya siap memberikan pendampingan hukum penuh serta mengawal proses penanganan kasus ini hingga tuntas.

“Kami bersama seluruh tim LBH Gekira akan membantu secara maksimal orang tua dan keluarga almarhumah Evia. Tidak boleh ada kematian yang dibiarkan tanpa kejelasan hukum. Ini adalah persoalan kemanusiaan, keadilan, dan martabat keluarga korban,” tegas Santrawan, Sabtu (24/1).

Lebih lanjut, LBH Gekira memastikan akan mengambil langkah konkret dalam waktu dekat. Santrawan Paparang akan memimpin langsung orang tua almarhumah Evia, didampingi masyarakat Kabupaten Kepulauan Sitaro, Provinsi Sulawesi Utara, untuk datang ke Manado dan melakukan audiensi dengan Kapolda Sulawesi Utara.

Audiensi tersebut direncanakan sebagai ruang dialog terbuka guna meminta kejelasan, transparansi, serta komitmen penegakan hukum atas kasus kematian almarhumah Evia Mangolo. Sejumlah LSM dan organisasi kemasyarakatan juga disebut berpeluang turut hadir sebagai bentuk dukungan moral dan kontrol publik.

Santrawan menegaskan bahwa langkah tersebut bukan aksi unjuk rasa, melainkan bentuk kontrol sosial yang konstitusional dan kepedulian masyarakat terhadap penegakan hukum yang adil dan bermartabat.

“Ini bukan demo. Ini adalah kontrol masyarakat terhadap proses penegakan hukum. Kami datang dengan cara bermartabat, konstitusional, dan berlandaskan hukum,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan empati mendalam kepada keluarga korban serta memastikan kehadiran langsung LBH Gekira di Manado dalam waktu dekat.

“Kami menyampaikan salam hormat dan duka mendalam kepada seluruh keluarga besar almarhumah Evia. Kami akan segera hadir dan mengawal proses ini secara langsung,” pungkasnya.

Langkah LBH Gekira ini menjadi secercah harapan bagi keluarga almarhumah Evia Mangolo, agar kepergian sang anak tidak berakhir dalam sunyi dan tanda tanya, melainkan dijawab dengan kebenaran, keadilan, dan kepastian hukum.

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.