” WC Sultan,” Sampai Banjir Di Kabupaten Bekasi Jadi Sorotan Masyarakat

Bekasi, MCNN.COM – Bencana banjir yang menerjang wilayah kabupaten Bekasi meluas hingga merendam ribuan unit rumah.

Hal ini Berdasarkan update data Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops) Kabupaten Bekasi yang dilaporkan Pusdalops Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BPBD )

Hingga Minggu (21 02/2021) pukul 11.00 WIB, sedikitnya 37 desa di 17 kecamatan terendam banjir.

Banjir yang cukup parah terjadi di desa Bojong Sari , Kedungwaringin

Keadaan banjir di kampung Cecendet Pebayuran, kabupaten Bekasi

” Mareleng dan Bojong Sari parah pak, kami berusaha untuk mengevakuasi warga yang terjebak,” ujar Surya ketua Tagana kabupaten Bekasi ( 21/02/2021).

Hal sama terjadi di kecamatan Pebayuran tepatnya dikampung Pamahan , Cecendet dan Babakan Banten, air bah akibat jebolnya tanggul Citarum sudah merendam wilayah tersbut mencapai 1 meter.

” Warga membutuhkan pakaian siap saji dan pakaian siap pakai sebab warga tidak sempat mengamankan barang – barangnya,” jelas Seman

Seman pun menambahkan bahwa sebagian masyarakat mengungsi di masjid yang posisinya lebih tinggi.

” Warga mengungsi dimasjid dan sampai saat ini belum ada bantuan dari pemerintah,” katanya.

Lambatnya penanganan banjir oleh Pemkab Bekasi menjadi catatan sendiri bagi warga Pebayuran, Eva warga Pebayuran mengatakan ” WC Sultan 198 juta bisa terwujud masa buat beli karung untuk penghalang banjir saja susahnya minta ampun,” selorohnya.* ( Apen/ Ali )

 

 

 

 404 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan