Warga Taman Cibodas Bagikan Makanan Siap Saji

Bakti sosial

TANGERANG, MCNN – Peduli kondisi musibah wabah covid-19, Warga Perumahan Taman Cibodas, Kelurahan Sangiang Jaya, Periuk Kota Tangerang, rutin bagikan bantuan berupa makanan siap saji (Nasi bungkus), Kamis (16/4/2020).

Pelaksanaan kegiatan sosial tersebut sudah dilakukan selama 18 hari yang lalu, dan akan terus dilakukan hingga satu bulan lamanya, kepada pengendara yang melintas, denganbtujuan dapat meringankan beban masyarakat yang dirasa terkena dampak wabah virua corona.

Kordinator Kegiatan Sosial, Wilson menjelaskan, pembagian nasi bungkus setiap hari dilaksanakan, yang nantinya akan terus dilaksanakan hingga satu bulan lamanya.

“Untuk hari ini Alhamdulillah, sudah hari yang ke -18 dengan wacana atas kesepakan rekan-rekan donatur, pelaksanaan pembagian nasi selama satu bulan lamanya,” ungkapnya.

Dirinya juga mengatakan selain pembagian nasi bungkus, secepatnya juga akan dilaksanakan pembagian masker kepad masyarakat, khusunya untuk para warga yang memasuki area Perumahan Taman Cibodas.

” Sebentar lagi kan PSBB akan di terapkan, jadi kami mau warga yang memasuki area perumahan Taman Cibodas wajib mengunakan masker,” jelas Wilson.

Pembagian Nasi Bungkus

Pihaknya, berterimakasih kepada para donatur yang terus membantu dan peduli terhadap masyarakat terdampak covid-19., yang dikhususkan kepada ojol dan tukang beca, dengan harapan apa yang sudah di berikan bermanfaat dan membantu makan siang.

“Semoga kegiatan ini dapat bermanfaat, dan dapat berguna kepada penerima,” imbuh Wilson.

Sementara Pengemudi Ojek Online, Budi mengatakan, bahwa dirinya sangat terbantu dengan kegiatan sosial yang diadakan para donatur. Menurutnya, dalam kondisi saat ini, yang mana masyarakat masih sangat peduli dengan nasib profesinya.

” Terimakasih banyak ya,…Lagi susah nyari nafkah ojek online, anyep sekali pemasukan ojek online. Alhamdulillah setiap hari saya sering dapet nasi bungkus,” terangnya

Dalam kondisi di berlakukannya Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) dirinya mengatakan, sangat pengaruh besar dalam penghaailannya benar-benar dirasakan karena, dirinya sekarang harus rela memutar arah lebih jauh akibat banyaknya isolasi mandiri yang diberlakukan disetiap lingkungan.

“Untuk menuju satu tujuan saja harus muter-muter cari jalan. Banyak jalan-jakan yang ditutup, jadi sangat menghambat perjakanan, nyari jalan besar juga di tutup,” papar Budi

Namun, kendati mengalami sedikit kesulitan, dirinya sangat setuju dalam penerapan PSBB, yang mana demi manfaat kesehatan masyarakat bersama.

“Semoga cepat berlalu, karena pengaruh sangat besar dalam mencari nafkah untuk kebutuhan keluarga,” tandas Budi. (Angga)

Tinggalkan Balasan