Warga Keluhkan Penunjukan Ketua RT dan Rw Tanpa Musyawarah

Tangerang, Cyber News Nasional– Warga Kampung Gaga, Desa Kiara Payung, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, menolak dengan penunjukan langsung Ketua Rt 04 dan 05 Rw 02 yang baru, yang diduga dilakukan secara diam-diam tanpa musyawarah, dan tidak di kantor Desa. 20/2/2021

Penunjukan Ketua Rt 04 dan 05 Rw 02 Kampung Gaga dilakukan Kepala Desa Kiara Payung Mudarif, tanpa diketahui Ketua BPD, tokoh masyarakat di ke Rt an tersebut, keluarga al marhum Ketua Rt 04 dan 05 Rw 02 yang lama, dan beberapa aparatur Desa Kiara Payung.

Hal ini pun lantas menjadi pertanyaan bagi publik, khususnya untuk warga Kampung Gaga Rt 04 dan 05 Rw 02, Desa Kiara Payung. Pasalnya penunjukan Ketua Rt tersebut cuma beda sehari dengan 7 harinya tahlilan almarhum Ketua Rt 04 dan 05 Rw 02 yang masih menjabat.

Perwakilan warga Kampung Gaga Rt 04 dan 05/02, Desa Kiara Payung, Maman (Poleng) menolak keras atas keputusan Kades Kiara Payung menunjuk seseorang menjadi ketua Rtnya, ia ingin di wilayahnya itu selalu tercipta ketransfaransian, gotong royong dan ketertiban.

“Saya bersama warga Rt 04 dan 05/02 tidak setuju Kades Kiara Payung tunjuk Ketua Rt kami yang baru, saya minta pengangkatan Ketua Rt kami dilakukan cara musyawarah pada warga, tokoh masyarakat dan keluarga almarhum Rt Murta,” pinta.

Senada yang diucapkan warga Kampung Gaga, Rt 04 dan 05/02, Desa Kiara Payung, Ranta dan Ade, keduanya juga tidak setuju atas sikap Kepala Desa Kiara Payung, yang tanpa musyawarah menunjukan pengganti almarhum Ketua Rt Murta, yang diduga cara diam-diam.

“Kami juga berdua menolak kalau orang yang ditunjuk Pak Mudarip jadi ketua Rt kami, kalau memang cara musyawarah keberatan, kita pakai cara pemilihan, kalau pak kades ada pilihan silahkan, kami juga warga Rt 04 dan 05/02 akan dukung pilihan kami,” tegasnya.

Disisi lain keluarga dan anak pertama almarhum Ketua Rt 04 dan 05/02, Kampung Gaga, Samsul Bahri merasa dirinya bersama keluarga tidak dihargai oleh Kepala Desa Kiara Payung, lantaran penunjukan Ketua Rt pengganti orang tuanya, diduga dilakukan tanpa musyawarah.

“Kades belum datang musyawarah ke keluarga saya, semenjak orang tua saya meninggal, kades cuma datang tahlilan aja, saya dan keluarga kaget baru habis tahlilan 7 hari bapak saya, tiba-tiba dapat kabar sudah ada pengganti bapak saya,” tukasnya.

Lebih lanjut Samsul menceritakan, bahwa dirinya dan keluarga mendapat surat dari Kades Kiara Payung, yang seluruh isi surat tersebut, ia dan keluarga disuruh tanda tangan menyetujui keputusan Kades Kiara Payung, akan tetapi hal tersebut ditolak dirinya dan keluarga.

“Ada surat datang buat saya dan keluarga dari Pak Mudarip, melalui aparatur desanya, begitu saya baca isi suratnya, bahwa saya atau keluarga suruh tanda tangan dukung Pak Mudarip, tapi saya tidak mau tanda tangan, dan suratnya sudah saya kembalikan ke aparatur desa, karena saya tetap dukung warga yang menolak,” ucapnya.

Sementara itu saat dihubungi lewat telpon whats app, Kepala Desa Kiara Payung Mudarip mengaku, belum melakukan pelantikan secara resmi ketua Rt 04 dan 05 Rw 02 yang baru, menggantikan yang sudah almarhum, dirinya hanya menunjuk ketua sementara memgisi kekosongan.

“Kalau ada warga yang nolak tidak apa-apa, banyak juga warga yang setuju kalau saya angkat mah, kalau saya sudah ngangkat mah pasti saya lapor dulu, orang saya balum angkat apa-apa, baru Rt plt aja, saya masih nyantai-nyantai aja,” lugasnya.

Disela-sela pembicaraan, saat dikonfirmasi terkait pemberian SK terhadap Ketua Rt 04 Dan 05 Rw 02 yang telah ditunjuknya, Mudarip tidak mengaku telah membuatkan SK, dan dirinya tidak mau menjelaskan lebih lanjut terkait pembuatan SK untuk Ketua Rt yang baru nanti.

“Memangnya kata siapa sudah dapat SK, kalau omongan mah sudah pasti ada aja, seperti orang hajatan ada yang kondangan dan tidak, orang ini mah rahasia rumah tangga desa, biar pun orang mau bilang apa juga ini mah rahasia, kita juga nanti ada mekanisme perdesnya,” Ujar Mudarip. (Red)

 

 414 kali dilihat,  4 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan