Warga Karawaci Dievakuasi Naik Bus Jawara, 50 Orang Positif Covid

KOTA TANGERANG, Cybernewsnasional.com – Sebanyak 50 orang warga Kecamatan Karawaci Kota Tangerang dinyatakan positif Covid usai menjalani tes Swab Antigen. Rabu (09/06/2021).

Mereka merupakan warga yang tinggal di RT 2 dan 3 RW 11 Kelurahan Gerendeng. 50 orang tersebut dinyatakan positif dari 250 orang yang dilakukan tes Swab Antigen.

Wawan Fauzi, Camat Karawaci mengatakan bahwa sebagian besar dari 50 orang yang terpapar virus Covid 19 dievakuasi ke Rumah Isolasi Terkonsentrasi (RIT).

“Sebagian warga kita bawa untuk isolasi 12 orang di RIT Gebang Raya yang barusan naik Bus, 20 orang di RIT Panunggangan Barat, sebagian lagi isolasi mandiri di rumah,” katanya.

Tampak anak dibawah umur (kanan/kursi belakang) ikut dievakuasi ke Rumah Isolasi Terkonsentrasi dengan Bus Jawara, bus pariwisata Kota Tangerang. (Foto Supriyadi Ups)

Tampak dalam Bus Jawara, bus pariwisata milik pemerintah Kota Tangerang yang mengangkut warga terdapat bayi dan anak masih di bawah umur turut serta dievakuasi ke Rumah Isolasi.

“Ibunya yang positif, tidak mungkin bayinya ditinggal,” jelas Wawan.

Menurutnya karena di lingkungan RW 11 banyak keluarga besar yang bermukim di wilayah tersebut, dapur umum pun diadakan untuk pasokan makan warga yang isolasi mandiri di rumah.

“Sejak kemarin kita sudah kirimkan bantuan, kita kirim juga bantuan bahan mentah kepada keluarga yang sehat, selanjutnya pihak keluarga yang memasak dan mengirim makanan untuk keluarga atau tetangga yang terpapar melakukan isolasi mandiri.” paparnya.

Wawan Fauzi, Camat Karawaci didampingi Lurah Gerendeng, Nasron A Mufti saat diwawancarai oleh awak media di lokasi. (Foto Supriyadi Ups)

Menurut keterangan Wawan Fauzi, klaster kampung Covid 19 meluas di RW 3 sekitar jalan Bahagia, Kelurahan Gerendeng ini berawal dari Orang tanpa gejala yang terpapar Covid 19 namun masih beraktifitas di lingkungan tersebut.

“Karena memang awalnya terlihat ada warga yang melakukan aktifitas dan mungkin dia tanpa gejala, baru dia belakangan setelah merasakan ketidaknyamanan tubuhnya dia kita tes, dan dari sana kita lakukan tracing dengan Swab Antigen kepada keluarga dan warga lain,” jelas Wawan.

Dan untuk antisipasi penyebaran virus, bersama tiga pilar pihaknya menutup beberapa akses jalan masuk guna mengurangi aktifitas dan lalu lalang masyarakat di wilayah tersebut.

“Dari awal tracing dilakukan, pihak kelurahan baik PSM dengan Binamas dan Babinsa bersama warga menutup tiga akses jalan masuk, hanya jalan utama di jalan Bahagia ini kita buka, guna meminimalisir mobilitas warga keluar masuk, contohnya nih ada orang mengirim paket (sambil menunjuk kurir melintas-red) kita arahkan untuk berjalan kaki guna mengurangi lalu lalang di jalan,” pungkasnya.

Penulis : Ups.

 934 kali dilihat,  10 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan