Wakil Wali Kota Jakut Buka Pembentukan Relawan Anti Narkotika

Jakarta . MCNN – Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Utara membuka acara Asisten Penguatan dalam rangka pembentukan relawan anti narkotika, di Ruang Rapat Kesbangpol Lantai 8 Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Utara, Kamis (12/11). Masyarakat yang terlibat menjadi relawan anti narkoba ini nantinya dijadikan penggerak dan berpartisipasi aktif dalam upaya pencegahan dan penyalahgunaan narkoba.

Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Utara Ali Maulana Hakim dalam sambutannya mengatakan, bahwa kegiatan pencegahan dan penyalahgunaan narkoba harus dilakukan secara berkelanjutan.
“Dilakukan secara berkelanjutan dan kontinu, terutama oleh Badan Nasional Narkotika (BNN) Jakarta Utara. Seperti menghadapi COVID-19, semuanya harus keluar bersama melawan narkoba mulai dari anak kecil sampai kakek-kakek, dari orang susah sampai orang kaya, dari orang biasa sampai pejabat nasional,” katanya.

Ali menambahkan keberadaan narkoba itu sudah ada terlebih dahulu ketimbang COVID-19 dan dampaknya dapat mengenai segala lapisan. “Narkoba ini lebih bahaya daru COVID-19, hanya saat ini tidak diekspos lagi yang kena narkoba berapa atau yang meninggal berapa. Mungkin kalau diekspos lagi kita semua akan takut. Narkoba itu bisa kena siapa saja, artis, pejabat, olahragawan, semua lapisan masyarakat bisa kena,” tambahnya.

Dengan adanya pembentukan relawan ini, Ali mengatakan ini adalah kegiatan bersama bagaimana cara menanggulanginya penyebaran narkoba secara komprehensif dan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, swasta dan dunia akademisi.

“Pemberantasan narkoba ini harusnya seperti pembentukan relawan pemberantasan COVID-19 dan demam berdarah, sampai ditingkat rumah tangga atau keluarga. Karena kita tidak pernah tahu kapan anggota keluarga kita terkena narkoba. Relawan harus betul-betul tahu ciri-ciri dan tandanya dan harus mengenal apa dan bagaimana narkoba itu supaya tahu betul musuh kita siapa. Dan yang terpenting jika mengetahui adanya peredaran narkotika segera dikoordinasikan, jangan pernah menangani dan mengeksekusi langsung peredaran narkotika itu, serahkan segala sesuatunya kepada aparat hukum,” tuturnya.

Sementara Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Jakarta Utara Indira Maharani mengatakan tujuan pembentukan relawan untuk bersinergi dan berpartisipasi aktif menjaga lingkungan yang bersih dari narkotika.
“Kita harus bersinergi dalam menjaga lingkungan kita. Bapak Ibu semua yang menjadi relawan anti narkoba, ini adalah upaya dari P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika),” katanya.

Indira juga menjelaskan tujuan dibentuknya relawan nantinya sebagai penyuluh masyarakat yang memberikan pengetahuan dan pemahaman melalui sosialisasi bahaya narkoba. “Juga sebagai inisiator yang merancang dan mengimplementasikan program pencegahan secara mandiri, sebagai motivator yang menggerakkan masyarakat dan sebagai fasilitator yang menjembatani BNN dengan seluruh stakeholder (pemangku kepentingan),” ucapnya.

Untuk diketahui, sebagai bentuk dibukanya kegiatan Asistensi Penguatan dalam rangka pembentukan relawan anti narkoba Wakil Wali Kota Jakarta Utara berkesempatan secara simbolis memasangkan pin, topi dan memberikan sertifikat kepada dua orang relawan Abdul kohar dari Pelindo II dan Arisman dari Kelurahan Rawa Badak Selatan. Rencananya kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Rapat Kesbangpol Lantai 8 Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Utara ini akan dilaksanakan dua hari, dimulai hari ini Kamis (12/11) sampai dengan Jumat (13/11) besok.

( Sunarno )

 102 kali dilihat,  4 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan