Uryan Pertanyakan Fungsi Konsultan dan Pengawas Pembuatan Toilet ” Sultan ” di Bekasi

Bekasi, MCNN.Com – Anggota DPRD FPKS Uryan Riana, ST,SH,MH kembali kritisi pembangunan toilet sekolah di kabupaten Bekasi yang menghabiskan anggaran ratusan juta tiap unit dengan hasil yang memprihatinkan.

Ketika ditemui di ruang kerjanya, Uryan mengatakan dirinya miris dan prihatin dengan kinerja konsultan dan pengawas proyek pembangunan toilet di sekolah yang dinilai bekerja tidak profesional . Beliaupun menanyakan keseriusan kerja mereka berkaitan dengan hasil pembangunan toilet sekolah yang diluar ekpektasi dengan penggunaan anggaran APBD yang sangat besar.

” Dengan anggaran hampir 200 juta perunit kita yakin toilet akan berdiri mewah tapi ketika kami crosschek hasilnya diliar dugaan,” katanya (10/01/2021).

Beliau juga menanyakan dinas PUPR yang dinilai kurang bertanggung jawab dalam pengawasan tekhnis dilapangan.

” Waktu rapat anggaran yang kita tahu global saja, toilet 200 juta seharusnya pihak terkait membuat Detail Engenering Desain ( DED ) gambar yang jelas, maket bangunan dan rencana anggaran belanjanya juga harus jelas , ini diluar ekpetasi kita,” jelasnya.

Uryan menambahkan ada dugaan dinas terkait dan pelaksanan pembangunan melakukan permainan anggaran , ” saya menduga ada permainan dan kami DPRD Kabupaten Bekasi akan menanyakan langsung kepada dinas PUPR ketika dirapat kerja,” tambahnya.

Sayang kepala dinas PUPR kabupaten Bekasi Suhup ketika dihubungi melalui telepon belum bisa diminta keteranganya perihal masalah tersebut.* ( Apen)

 

 292 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan