Upah Buruh Tangerang Akan Semakin Tertinggal Oleh Buruh DKI

TANGERANG, MCNN – Ratusan buruh yang tergabung pada Federasi Serikat Pekerja Indonesia (FSPI), tetap konsisten menyuarakan hak-hak buruh sebagai bentuk perlawanan terhadap kebijakan pemerintah baik pusat maupun daerah yang dinilai tidak memihak dan dianggap merugikan kaum buruh. Kamis (12/11/2020).

Kekecewaan yang diapresiasikan dengan menurunkan ratusan buruh FSPI turun ke Jalan menggambarkan protes keras, mendesak Pemkot Tangerang segera merekomendasikan kenaikan UMK dan UMSK, 2021 mendatang.

Upah-Cybernewsnasional.com
Aksi buruh FSPI menuntut kenaikan UMK

Sebelumnya Walikota Tangerang telah membuat rekomendasi kenaikan UMK tahun 2021, akan tetapi Walikota Tangerang sebagai pihak pemerintah tidak mengeluarkan angka kenaikan yang diharapkan para buruh, akan tetapi yang direkomendasikan hanya notulen rapat Dewan Pengupahan.

Dalam rekomendasi tersebut telah tertuang usulan dari Unsur Serikat Pekerja atau Serikat Buruh, mengusulkan
Nilai UMK Tahun 2021 naik sebesar 8,51% dari UMK Tahun 2020, atau UMK Tahun 2021 sebesar Rp 4.556.367,37 (empat juta lima ratus lima puluh enam ribu tiga ratus enam puluh tujuh koma tiga puluh tujuh rupiah).

Rapat Dewan Pengupahan Kota Tangerang

Sementara, unsur Pengusaha (Apindo/kadin) mengusulkan,
Nilai UMK Tahun 2021 sama dengan nilai UMK Tahun 2020 (tidak naik). Tidak ad perubahan.
Besaran nilainya yaitu Rp 4.199.029,92.(empat juta seratus
sembilan puluh sembilan ribu dua puluh sembilan koma sembilan
puluh dua rupiah).

Dan Unsur Perguruan Tinggi atau Akademisi, mengusulkan
Nilai UMK Tahun 2021 harus memperhatikan kondisi usaha bagi yang tidak terdampak pandemi Coronavirus Disease (Covid-19), diperlukan adanya kenaikan.

Tangerang-cybernewsnaaional.com
H.Rd.Sugandi.SH, Sekjend.DPC FSPI Kota Tangerang

Atas dasar tersebut sekertaris Jendral Dewan Pimpinan Cabang Federasi Serikat Pekerja Indonesia (FSPI), H. Sugandi. SH, Yang mengkomandoi aksi buruh turun ke Jalan dihadapan ratusan buruh FSPI melalui orasinya menegaskan.

“Yang kita harapkan dalam rekomendasi walikota adanya satu nilai kenaikan seperti yang dilakukan oleh DKI, Cilegon dan Tangsel, untuk itu hari ini kita akan mendesak Walikota Tangerang untuk membuat satu angka usulan.” tegasnya.

Pemotor aksi massa FSPI

Dirinya juga berharap kepada Wahidin Halim dalam keputusannya untuk menetapkan UMK Kota Tangerang Tahun 2021, lebih memihak kepada kaum buruh dan memprioritaskan kebijakan lainya yang memihak kepada pekerja sebagai titik central penopang perekonomian Kota Tangerang.

“Kita akan kawal terus hingga tercapai apa yang menjadi harapan para kaum buruh. Kami tetap konsisten dalam menyuarakan hak dan keadilan para kaum buruh untuk kesejahteraan semua pihak.
Jika ini dibiarkan maka kita akan semakin tertinggal jauh oleh negara tetangga (DKI.Red) yang lebih dulu menaikan UMK,” tandasnya.

Benteng FSPI melakukan pengawalan aksi

Iring iringan ratusan sepeda motor massa aksi buruh dan beberapa mobil komando melakukan konvoi dengan rute yang telah ditentukan.

Dalam aksi tersebut, target protes massa buruh adalah
Gedung Ketenagakerjaan Kota Tangerang dan melanjutkannya kembali menuju Gedung Pemerintahan Kota Tangerang (Vidos/Neneng).

 1,038 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan