Universitas Pamulang Gelar Penyuluhan Hukum Tentang Bahaya Narkoba

Narkoba-Cybernewsnasional.com

TANGSEL, Cyber News Nasional – Dalam Pengabdiannya kepada masyarakat, civitas akademik dari UNPAM, gelar giat penyuluhan hukum kepada masyarakat tentang bahaya narkoba.

Kegiatan tersebut mengambil tema “Penyuluhan Hukum Tentang Bahaya Narkoba Dalam Keberlangsungan Kehidupan Sosial ditinjau dari UU No.35 Tahun 2009 Tentang Narkotika” yang dilaksanakan di Aula Desa Bakti Jaya Kecamatan Setu Kota Tangerang Selatan pada tanggal 2 sampai dengan 4 November 2020.

Unpam-Cybernewsnasional.com
Kegiatan penyuluhan hukum kepada masyarakat tentang bahaya narkoba.

“Kegiatan ini dalam rangka menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, karena selain pengajaran dan penelitian, juga bertujuan untuk membantu masyarakat dalam proses pemberdayaan dan pengembangan diri dalam rangka mencapai perikehidupan yang lebih maju, adil, dan sejahtera tanpa mengharap imbalan dalam bentuk apapun.” ucap salah satu panitia kegiatan tersebut ketika ditanya Media Cyber News Nasional (MCNN).

Dijelaskan lebih lanjut, bahwa titik pijak pengabdian kepada masyarakat adalah kebutuhan dan perkembangan masyarakat itu sendiri. Karena banyak persoalan-persoalan yang dihadapi masyarakat yang segera membutuhkan solusi (penyelesaian) ataupun dari potensi-potensi yang dimiliki, bisa dikembangkan dan perlu dikenali terlebih dulu.

“Upaya ini dapat dilakukan dengan suatu penelitian atau pengkajian ulang terhadap hal-hal yang ditemui pada saat menerapkan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan.”tambahnya.

Salah satu narasumber Dosen Unpam Suparno menyampaikan, “Pengabdian ini di laksanakan ditengah pandemik covid-19 yang sedang melanda Indonesia dan dunia, tetapi kami sadar pencarian ilmu pengetahuan tidak dapat dihentikan begitu saja. Adanya pandemi virus COVID-19 telah menyebabkan berbagai macam persoalan serius di seluruh lini sektor kehidupan masyarakat. Mulai dari persoalan ekonomi dan sosial.” ungkapnya.

Di Indonesia pun, narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan (Undang-Undang No. 35 tahun 2009). Narkotika digolongkan menjadi tiga golongan sebagaimana tertuang dalam lampiran 1 undang-undang tersebut. Jelas nara sumber.

“Yang termasuk jenis narkotika adalah: tanaman papaver, opium mentah, opium masak (candu, jicing, jicingko), opium obat, morfina, kokaina, ekgonina, tanaman ganja, dan damar ganja. Garam-garam dan turunan-turunan dari morfina dan kokaina, serta campuran-campuran dan sediaan-sediaan yang mengandung bahan tersebut di atas.”imbuhnya.

Psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan pada aktivitas mental dan perilaku (Undang-Undang No. 5/1997).

Terdapat empat golongan psikotropika menurut undang-undang tersebut, namun setelah diundangkannya UU No. 35 tahun 2009 tentang narkotika, maka psikotropika golongan I dan II dimasukkan ke dalam golongan narkotika.

“Menurut pakar kesehatan, narkoba sebenarnya adalah senyawa-senyawa psikotropika yang biasa dipakai untuk membius pasien saat hendak dioperasi atau obat-obatan untuk penyakit tertentu. Namun kini persepsi itu disalahartikan akibat pemakaian di luar peruntukan dan dosis yang semestinya.”terangnya.

Salah satu Dosen dari universitas Pamulang Aria Dimas menambahkan. “Berdasarkan latar belakang tersebut, kami dari Tim Program Pengabdian Masyarakat (PKM) Universitas Pamulang (UNPAM) yang berjumlah 5 dosen dan 5 mahasiswa terpanggil untuk ikut serta membantu memberikan penyuluhan dan kesadaran kepada masyarakat, juga untuk turut serta dalam memberikan informasi kepada masyarakat.”ucapnya.

Dari pantauan Media Cyber News Nasional (MCNN), nampak animo masyarakat Desa Bakti Jaya cukup antusius dalam mengikuti Pengabdian Kepada Masyarakat ini, terbukti peserta mencapai 25 orang, dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan.

Dari beberapa pertanyaan diantaranya terkait dengan apabila ada warga masyarakat yang tersangkut masalah Narkoba ini, selalu di jawab dengan jelas oleh narasumber yang cukup kredibel yaitu Bp. Dr. Suhendar, SH, MH., yang mengampu mata kuliah Hukum Pidana.

” Semoga masyarakat dapat tercerahkan karena dari sisi teori dan praktek dilapangannya ada kalanya berbeda (das sein das sollen)” terangnya.

Hasil pantauan Media di lapangan, nampak sambutan dan apresiasi dari pihak kelurahan sangat positif terhadap kegiatan tersebut.

“Kami menyambut baik dan mengapresiasi adanya kegiatan ini, semoga kegiatan seperti ini terus bisa berlanjut, karena banyak manfa’at yang diperoleh,  sehubungan masih minimnya pengetahuan warga terkait masalah Narkoba tersebut.” pungkasnya. (Tri).

 192 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan