Trauma Pasca Penggusuran Tol JORR, Anak-anak Dihibur Badut

KOTA TANGERANG, MCNN–Sejumlah badut yang tergabung dalam Badut Tangerang Raya (BATARA) menghibur anak-anak terdampak penggusuran paksa akibat pembangunan TOL JORR II Kunciran Bandara Soekarno-Hatta di Kampung Baru, Kecamatan Benda, Kota Tangerang, Jumat (4/9/2020).

Penampilan para badut yang prihatin atas kondisi anak-anak tersebut, sengaja dilakukan saat dua alat berat milik Kementerian PUPR tengah melindas dan meratakan sisa-sisa puing dari rumah mereka yang dieksekusi beberapa hari lalu.

Sebelumnya, Jurusita Pengadilan Negeri Tangerang melakukan eksekusi 27 bidang tanah yang ditempati oleh 66 kepala keluarga pada (1/9/2020) di lokasi tersebut.

Aktifitas alat berat yang berada di lokasi malah di jadikan materi untuk menghibur, asap hitam yang mengepul dari salahsatu alat berat tersebut. Bahkan dijadikan lelucon oleh para badut yang dinahkodai oleh Joe Kormano yang nampaknya paham betul menghadapi anak-anak.

“Itu Kereta api kok ngga ada relnya, jalannya gimana ya,?,” tanya Joe Kormano kepada anak anak seraya menawarkan hadiah.

Mendapat pertanyaan mudah tersebut, anak-anak yang sebelumnya trauma dengan aparat dan suara yang dihasilkan alat berat tersebut menjawab pertanyaan Joe dengan ceria.

“Itu bukan kereta Om Badut, itu beko,” kata salahsatu bocah yang saat itu mengikuti program pemulihan trauma menjawab pertanyaan Joe.

Mengetahui sang bocah tidak lagi takut dengan alat berat tersebut, Joe memberikan sang bocah dua hadiah sekaligus yang saat itu dipegangnya.

“Karena udah ngga takut, om badut kasih dua sekaligus, hayo siapa lagi yang udah ngga takut sama kereta yang ngga pake rel itu, nanti om badut kasih lima hadiah sekaligus,” kata Joe seraya diserbu oleh para bocah tersebut.

Joe yang mengaku telah beberapa tahun terakhir bergerak di bidang pemulihan trauma melalui pertunjukan badut mengatakan, Komunitas BATARA merasa terpanggil atas kondisi anak-anak yang trauma atas penggusuran tersebut.

“Kami biasa melakukan trauma healing khususnya kepada anak anak yang terkena dampak langsung, misalnya seperti penggusuran ini, bencana banjir dan beberapa kegiatan sosial lainnya yang dilakukan disetiap hari jumat yang kami namakan jumat berkah,” jelas Joe saat diwawancarai awak media.

Joe mengaku, dirinya dan puluhan anggota BATARA lainya akan fokus melakukan pemulihan trauma di wilayah penggusuran tersebut. Pasalnya, ia menilai trauma yang dialami oleh anak-anak tersebut membutuhkan perhatian lebih.

“Insya Allah kita akan pantau perkembangan anak-anak pasca kegiatan ini, jika memang diperlukan, secara sukarela kami akan kembali lagi kesini,” terangnya.

Ia menilai, apa yang telah dilalui oleh para anak-anak tersebut berat, terlebih anak-anak tersebut menyaksikan langsung proses evakuasi dan diusirnya orangtua mereka dari rumahnya sendiri.

“Kita sedih, kondisi adik-adik kecil disini memprihatinkan,” ungkapnya.

Dengan demikian, ia berharap kepada seluruh elemen masyarakat kota Tangerang untuk bahu membahu dalam mengatasi persoalan yang terjadi di lokasi penggusuran tersebut.

“Ibaratnya, kami para Badut Tangerang Raya saja peduli dengan semua ini, kemana yang lain, mari kita bantu saudara-saudara kita yang saat ini membutuhkan uluran tangan,” pungkasnya. (Upi)

Tinggalkan Balasan