HTML5 Icon

Tragis, Nasib Peserta BPJS Korban Begal Tidak Mendapat Jaminan

TANGERANG, Cybernewsnasional.com
Muhamad Piqih Ramadhan peserta BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang beralamat di Kampung Bojong Gang Naman RT.03-RW.11 Kelurahan Kunciran Kecamatan Pinang mengalami nasib tragis.

Ramadhan mengalami musibah tindakan pidana kejahatan penganiayaan oleh terduga begal di wilayah serpong, yang mengakibatkan luka sobek dibagian kepala pipi sebelah kiri dan jari tangan sebelah kanan sehingga harus mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Tangerang. Minggu (01/12/201).

” Memang betul setelah Presiden mengeluarkan Perpres No.82Tahun 2018 Tentang Jaminan Kesehatan, salah satu yang tidak dijamin oleh BPJS Kesehatan adalah korban tindakan kejahatan, dan hal ini sangat tidak adil bagi peserta BPJS,” papar H.Sugandi.SH., Koordinator BPJS WATCH Tangerang Raya yang mengadvokasi kasus ini.

H.Gandi juga menjelaskan seharusnya perpres seperti ini tidak dikeluarkan oleh Presiden, sebab siapa sih yang mau terkena musibah, walaupun dalam Undang-Undang No.31 Tahun 2014 Tentang Perubahan atas Undang Undang No.13 Tahun 2006 Tentang Perlindungan Saksi dan korban, dalam pasal 6 menjelaskan bahwa korban tindak pidana penganiayaan berat harus mendapan bantuan medis dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) tapi hal ini sulit di dapatkan, bahkan sosialisasi terkait hal ini pun amat sangat minim.

Dari penelusuran awak Media Cybernewsnasional.com, diperoleh informasi biaya perawatan korban di tanggung oleh Pemerintah Kota Tangerang.

” Iya betul Mba, Alhamdulilah Pemerintah Kota Tangerang cukup peduli terhadap rakyatnya, sehingga lewat Dinas Kesahatan Kota Tangerang semua biaya perawatan korban begal ini akan ditanggung oleh Pemkot Tangerang, dan hal ini mendapat dukungan dari anggota DPRD Kota Tangerang, Kemal Fasya Madjid, S.Ag, M.Si dari PKB,” papar H.Gandi kepada awak media.

Sampai berita ini diturunkan korban masih dirawat di RSUD Kabupaten Tangerang, dan kejadiannya sudah dilaporkan ke Polsek Serpong dengan Nomor : 64/VER/XII/2019/SEK.SRP dan keluarga korban berharap kepada Kepolisian Republik Indonesa, khususnya Polsek Serpong, supaya dapat segera menangkap pelakunya yang sangat meresahkan, sehingga ketentraman dan keselamatan masyarakat dapat terjamin.

( Neneng / Amel ).

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: