Tidak Miliki BPJS,  Pria Miskin Sudah 8 Bulan Merintih Menahan Sakit

BPJS-Cybernewsnasional.com

TANGERANG, MCNN – Jubaidah (50), wanita paruh baya ini yang kesehariannya hanya berjualan kopi dan mie rebus di sebuah Gubug miliknya,  hanya bisa pasrah melihat kondisi suaminya yang setiap hari mengerang menahan sakit yang dideritanya.

Sejak delapan bulan lalu suami  Jubaedah divonis mengidap penyakit lever kronis yang memaksa dirinya harus menjadi tulang punggung dalam mengais rezeki untuk menyambung hidup.

“Saya tinggal di gubuk ini sudah dua puluh tahun. Saya sehari-hari hanya jualan kopi rebus yang penghasilannya hanya 50 ribu. Jangankan untuk berobat, buat makan sehari-hari aja serba kekurangan,” Keluhnya.

“Saya hanya berharap kepada pemerintah  bisa membantu pengobatan suami saya, saya gak tega  setiap malam suami saya  merasakan sakit di perutnya,” pungkasnya.

Ironisnya pasangan suami istri ini tidak memiliki BPJS maupun layanan kesehatan lainnya, lalu di mana peranan pemerintah setempat dalam mensejahterakan warganya  baik sosialnya maupun kesehatannya.

Jubaedah yang tinggal Desa Tanjung Burung, Kecamatan Teluknaga hanya bisa pasrah dan berharap uluran para dermawan yang rela berbagi untuk meringankan penyakit yang diderita suaminya.

Sementara tetangga terdekat Jubaedah. Ustad Sholeh menuturkan, hampir setiap malam mendengar jerit kesakitan yang diderita tetangganya itu karna menahan rasa sakit dibagian perutnya.

“Saya berharap kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang,  Pemerintahan Desa untuk mengulurkan bantuannya serta membantu pengobatan, ini warga yang tidak mampu secara materi, jangankan untuk berobat untuk kehidupan sehari-hari aja, hanya berjualan kopi rebus hanya berapa renceng aja,” Tandasnya. Jum’at (08/01/2021).

Ditempat terpisah H.Gandi Koordinator BPJS WATCH Tangerang Raya, merasa prihatin atas nasib yang dialami oleh salah satu keluarga miskin warga Kabupaten Tangerang ini.

“Seharusnya ini tidak terjadi, sebab jika merujuk kepada pasal 28 H ayat 1 UUD 1945, setiap orang berhak memperoleh pelayanan kesehatan tanpa memandang status sosial.” tandasnya.

Dirinya menjelaskan lebih lanjut bahwa hal ini menjadi perhatiannya dan akan dikoordinasikan dengan instansi terkait supaya suami ibu Jubaedah mendapatkan jaminan kesehatan dari negara. (Vidos).

 823 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan