Terkait Pungli, Menejer PNM Mekaar Kapuk Muara Angkat Bicara

Jakarta. MCNN – Penyaluran Bantuan Produktif Usaha Mikro ( BPUM ) dari pemerintah sebesar Rp. 2,4 juta bagi nasabah Permodalan Nasional Madani (PNM) Mekaar Kelurahan Kapuk Muara Kecamatan Penjaringan dikeluhkan anggota PNM Mekaar. Pasalnya pencairan BPUM ada oknum Ketua anggota kelompok diduga minta jatah.

Menejer PNM Mekar Kapuk Muara Ikha meminta kepada anggota PNM Mekaar agar waspada terhadap kemunculan pungutan liar (pungli) dari pihak tak bertanggung jawab. Apa lagi saya denger ada petugas saya meminta kepada ketua anggota PNM Mekar pastinya akan kehilngan gajihnya yang Rp. 4,2 juta per bulan.

” Pastinya jika ada petugas saya yang melakukan itu ( Pungli ) tidak saya pakai lagi. Karena Rp 2,4 juta itu tak ada pungutan biaya apa pun dan dipastikan langsung ditransfer utuh ke rekening penerima,” tegas  Ikha di kantornya. ( 19/1/2021 )

Menurutnya program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera ( Mekaar ) yang telah digagas oleh pemerintah Pusat untuk memberdayakan usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Koperasi (UMKMK).

Tidak hanya itu Ihka juga menegaskan, jika ada ketua kelompok melakukakn pungli tolong infokan ke saya pastinya tidak  akan memberikan pinjaman lagi kepada ketua itu sendiri. Kecuali pungutan tersebut sudah hasil musyawarah, itu tidak masalah karena memang sudah hasil musyawarah dan uang nya juga dipergunakan untuk tanggung renteng tidak boleh untuk pribadi,” tutupnya. ( Sunarno )

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.