Tak Perlu Ke Italia, Menara Miring Jakarta Juga Punya

Jakarta,  MCNN.com – Ketika kita mendengar kata menara miring, maka pikiran kita spontan menuju ke Menara Pisa di Roma Italia.

Namun siapa sangka ternyata Indonesia juga memiliki menara miring yang sama menariknya,
Menara itu bernama Menara Syahbandar di Jakarta.

Berlokasi di Jl. Pakin Penjaringan Jakarta Utara dan merupakan bagian dari Museum Bahari, menara yang dibangun Pada Tahun 1839 ini memiliki tinggi 18 meter yang bertujuan sebagai menara pengawas Pemerintah Hindia Belanda dari serangan musuh yang menyerang lewat laut dan menara ini juga berfungsi sebagai kantor kepabean (kantor bea cukai era Hindia Belanda).

Pak Catur, seorang pemandu wisata yang sudah bertugas sekitar 30 tahun disekitar lokasi menara syahbandar mengatakan bahwa dulunya menara ini sangat tegak, karena jalan didepan menara yang sering dilewati kendaraan besar maka setiap tahun menara ini mengalami kemiringan.
Ditambah lagi kondisi kontur tanah yang sangat dekat dengan laut.

Catur yang telah bekerja 30 tahun -an sebagai pemandu siap mendampingi para wisatawan

Pak Catur juga menjelaskan kepada cybernewsnasional.com bahwa menara ini memiliki banyak kisah sejarah yang harus diketahui oleh generasi muda dan seluruh masyarakat Indonesia.
Menara ini pun punya julukan tersendiri dari warga sekitar yaitu menara keker.

Berikut beberapa informasi sejarah yang berhasil cybernewsnasional.com himpun dari Pak Catur pada sabtu siang (11/9/2021)

1. Titik 0 Km Jakarta
layaknya kota dan provinsi lain di Indonesia,
Menara ini ternyata pernah jadi lokasi titik 0 Km Jakarta,
Jauh sebelum Monumen Nasional ada.
Bahkan menara ini pernah menjadi bangunan tertinggi di Batavia pada masanya

2. Bunker Terpanjang di Jakarta*
Siapa sangka ternyata tepat dibawah menara ini terdapat bunker (lorong bawah tanah) yang sangat panjang.
Bunker tersebut mengarah ke Stadhuis Pusat Pemerintahan Hindia Belanda (saat ini Museum Fatahillah) , bahkan bunker tersebut panjangnya sampai ke Benteng Frederik Hendrik (saat ini Masjid Istiqlal). Bisa dibayangkan panjang bunker tersebut seperti apa.

3. Bea Cukai Pemerintah Belanda*
Kapal-kapal laut besar yang mengangkut rempah-rempah akan bersandar di Pelabuhan Sunda Kelapa yang lokasinya hanya 100 meter dari Menara ini, setelah itu diangkut oleh kapal-kapal kecil menuju Batavia.
Ketika kapal-kapal kecil melewati kantor pabean ini maka harus menyerahkan biaya bea untuk pajak dimasanya.

Anda tertarik wisata ke Menara Miring di Jakarta Utara ?

Penulis : Hadi Hadede
Editor : Apen Sodikin

 1,044 kali dilihat,  8 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.