HTML5 Icon

Sulbar Serahkan Warga Transmigran Tujuh Provinsi ke Pemkab Mamuju Tengah

SULBAR, Cybernewsnasional.com
Sekprov Sulbar, Muhammad Idris bersama Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Wanita Sulbar, Kartini Hanafi Idris melakukan penyerahan warga Transmigrasi Penduduk Setempat (TPS) dari daerah asal tujuh provinsi ke unit pemukiman Transmigrasi Desa Saluandeang , Selasa, 3 Desember 2019.

 

Transmigran-Cybernewsnasional.com

Warga transmigran tersebut sebanyak 226 jiwa , masing-masing berasal dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Nusa Tenggara Timur dan Bandar Lampung.

Sekprov Sulbar, Muhammad Idris menyampaikan, bantuan kepada masyarakat warga transmigrasi akan mengalir terus menerus apalagi hal tersebut menjadi perhatian dari Kementerian Transmigrasi begitupun pemda terkait. Hal tersebut juga merupakan komitmen bagi Pemprov Sulbar dan Pemkab Mamuju Tengah untuk terus bekontribusi kongkrit terhadap transmigrasi penduduk setempat.

” Yang baru akan kita bangun adalah jalan listrik yang akan dipercepat , begitupun telekomunikasinya sehingga mereka tidak merasa asing dari kota yang ditinggalkan,
Masih kata Idris, penempatan warga transmigrasi di TP Saluandeang berjumlah 115 kepala keluarga (KK) hingga menjadi TPS yang menjadi model percontohan bagi daerah lainnya,” ungkapnya.

” Program pemerintah Daerah tidak hanya memindahkan warga masyarakat transmigrasi ketempat baru , tetapi Pemerintah juga harus bisa menjamin adanya produktifitas yang baru muncul. Pemprov Sulbar juga akan menurunkan Kementerian Agama Sulawesi Barat untuk melakukan pendampingan membangun mental karakter bagi warga baru sehingga mereka tidak merasa asing di daerah tersebut dan diharapkan mereka bisa lebih cepat berinteraksi dengan alamnya serta dengan warga Desa Saluandeang di Kabupaten Mamuju Tengah, sambung mantan Deputi Diklat LAN RI tersebut.

“Lebih lanjut disampaikan, suasana alam Desa Salundeang Batuparigi sangat mendukung dan menjanjikan bagi para warga transmigrasi. Untuk itu, pentingnya perubahan pola pikir atau mainset bagi para warga transmigrasi yang menjadi salah satu tujuan pemerintah Pusat, Pemerintah daerah dan Pemerintah Kabupaten setempat sehingga terwujud peningkatan SDM yang diharapkan bersama,” tandas Idris.

“Bagaimana kiranya warga dari NTT dan Provinsi lainnya menganggap daerah ini tempat dan rumahnya sendiri dan tidak berbedah dengan daerahnya sendiri dan harapan kita ini menjadi cepat produktif demi mendukung rumah tangganya dan juga menjadi masyarakat produktif.” tutup Idris.

(Kml).

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: