Sekda Kabupaten Tangerang Buka Simulasi Pilkades Langsung di Legok

Simulasi Pemilihan Kepala Desa di Kabupaten Tangerang.

KABUPATEN TANGERANG, Cybernewsnasional.com — Pemilihan langsung Kepala Desa serentak di Kabupaten Tangerang yang sempat tertunda akibat Pandemi, akan dilaksanakan pada 10 Oktober 2021 mendatang.

Sebelum gelaran pesta demokrasi tingkat desa tersebut dilaksanakan, pemerintah Kabupaten Tangerang menggelar simulasi pemilihan di halaman Kantor Kecamatan Legok. Senin (04/10/2021).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang Mochamad Maesyal Rasyid membuka secara langsung simulasi tersebut, setelah itu meninjau seberapa ketatnya penerapan protokol kesehatan di Tempat Pemilihan Suara (TPS) yang sudah ditentukan.

Turut hadir dalam acara tersebut, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD), Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tangerang dan unsur Forkopimcam Kecamatan Legok.

“Kita lakukan simulasi, sejauhmana protokol kesehatan diterapkan di setiap TPS yang nantinya semua pemilih datang menggunakan hak pilihnya,” ungkap Sekda.

Selain Protokol kesehatan, lanjut Sekda berharap nantinya masyarakat tidak menimbulkan kerumunan di lokasi TPS, setelah menggunakan hak pilihnya dan langsung pulang ke rumah masing-masing.

“Saya harap masyarakat yang datang ke TPS dijadwalkan setiap RW, agar tidak menimbulkan kerumunan. Lalu penghitungan suara hanya bisa menyaksikan lewat streaming youtube,” tutur Sekda Mochamad Maesal Rasyid.

Simulasi Pemilihan Kepala Desa di Kabupaten Tangerang.

Selain itu, panitia pemilihan di TPS akan menyiapkan segala kemungkinan yang terjadi seperti ditemukannya masyarakat yang terdeteksi mengalami gejala Covid-19 dan tenaga kesehatan disiapkan.

“Jika ada yang suhunya di atas 37 derajat, kami siapkan testing swab antigen dan tetap memilih di bilik suara khusus yang terpisah,” kata sekda.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD), Dadan Gandana menambahkan agar kelancaran kegiatan pemungutan suara, dalam simulasi ini juga memunculkan berbagai kasus, seperti pendukung yang menggunakan atribut calon, pemilih yang emosional atau membuat kegaduhan di TPS.

“Jika pemilih yang melanggar peraturan Pilkades seperti menggunakan atribut, atau simbol-simbol lain akan diamankan oleh aparat keamanan di TPS,” ujar Dadan.

Berdasarkan Data dari DPMPD, pelaksanaan Pilkades serentak di Kabupaten Tangerang akan digelar di 1.178 TPS yang tersebar di 77 desa dan 26 Kecamatan yang ada di Kabupaten Tangerang, dengan jumlah calon kepala desa mencapai kurang lebih 306 orang.

Dadan berharap Pilkades berjalan dengan aman dan damai, di tengah pandemi kita tetap menjaga protokol kesehatan sehingga demokrasi berjalan dengan baik dan kesehatan masyarakat terus terjaga, sukses Pilkades, sukses demokrasi di masyarakat.

“Kami berharap pada saat nanti pelaksanaanya (Pilkades) dapat berjalan sesuai dengan simulasi yang sudah dijalankan, sehingga nantinya akan tercipta Pilkades yang aman dan damai,” pungkasnya.

(Mus)

 326 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.