SDN 2 Rajagaluh Lor Dituding Komersilkan Lahan Jalan Milik Umum

Majalengka, MCNN – Deretan para pedagang kaki lima (PKL) kurang lebih sebanyak 9 PKL yang menempati bahu jalan Raya Rajagaluh – Majalengka Jawa Barat, dinilai telah menghilangkan hak masyarakat pejalan kaki.

Ketua PAC Pemuda Pancasila (PP) Rajagaluh Opang saat diminta komentarnya oleh Media Cyber News Nasional (MCNN) terkait para PKL yang menempati bahu jalan diwilayahnya.

” Itu telah telah melanggar UU tentang lalu lintas No.22 tahun 2009 pasal 275 ayat (1) jo pasal 28 ayat 2, harusnya ada tindakan nyata dari aparat penegak hukum terkait.”tegas Opang.

Dirinya juga menjelaskan lebih lanjut, bahwa apapun dalihnya para PKL tersebut sudah melanggar peraturan tentang lalu lintas dan dapat dipidana dengan hukuman 1 bulan penjara atau denda Rp.250 ribu.

Selain mengganggu aktivitas pejalan kaki para PKL juga menggelar dagangannya persis didepan SDN 2 Rajagaluh Lor.

“Namun anehnya para pedagang itu malah dimanfaatkan oleh pihak sekolah dengan menarik pungutan sebesar Rp.150 perbulan kepada PKL itu.” ungkap Opang.

Dikatakan Opang, meski para PKL mengakui mereka diberikan fasilitas listrik dan air bersih. Namun tetap saja menurutnya salah.

“Itukan lahan milik Dinas Binamarga juga sebagai fasilitas umum, masa mereka sampai ditarik Rp.150 ribu memangnya lahan itu milik sekolah.” tutur Opang.

Lebih lanjut dikatakan ketua PAC PP Rajagaluh ini, kalaupun pihak SDN mau menarik pungutan kepada para PKL, mestinya pungutan tersebut tidak memberatkan para PKL.

“Ya apalagi sekarang lagi masa sulit akibat adanya pandemi Covid 19 para pedagang mengaku sepi pembeli.” lanjutnya.

Sementara itu, saat MCNN berusaha menemui kepala SDN 2 Rajagaluh Lor,H.Kholid ke tempat dinasnya, Selasa (8/12/2020).
Namun menurut salah satu guru disekolah tersebut menyebutkan jika H.Kholid sedang keluar.

“Pak H.Kholidnya sedang keluar, tapi urusan pedagang sudah beres.” ujar salah satu guru laki-laki yang saat ditanyakan namanya dia tidak mau menyebutkannya.

Ketika dikejar pertanyaan terkait ucapan guru tersebut yang mengucapkan bahwa urusan dengan para pedagang itu sudah beres seperti apa. Namun guru laki-laki tersebut malah melemparkan agar pertanyaan tersebut disampaikan saja kepada kepala SDN 2 Rajagaluh Lor.

“Nanti tanya aja ke pak H.Kholid ya.” ujarnya singkat. (Bisri).

 400 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan