Sarat Kecurangan, Kasudin SDA Diminta Hentikan Sementara Proyek Drainase di Pademangan

Pekerja proyek drainase di Pademangan, Jakarta Utara, terlihat tidak menggunakan APD.

Jakarta, MCNN – Proyek Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Jakarta Utara yakni pekerjaan pembuatan drainase menggunakan sistem U-ditch di Jalan Budi Mulia, Pademangan, Jakarta Utara perlu segera dievaluasi.

Pasalnya, pekerjaan yang dilaksanakan oleh PT Dewimas Bahtera selaku kontraktor tersebut diduga sarat dengan kecurangan. Kecurangan terindikasi dari tidak adanya pengawasan oleh konsultan pengawas dan petugas Sudin SDA di lapangan.

Tidak hanya itu, para pekerja pun tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) saat bekerja. Kendati demikian, pelaksana lapangan atau mandor yang berada di tempat pun terkesan membiarkan tanpa ada teguran tegas.

Sebagai salah satu bentuk transparansi, papan proyek di lokasi juga tidak terlihat. Dikonfirmasi mengenai hal ini, Madin selaku mandor pekerja proyek mengaku memiliki papan proyek namun tidak bisa menunjukkannya.

“Papan proyek ada waktu itu, tapi saya tidak tahu kemana lagi ditaruh. Soal bedeng pekerja memang tidak ada tapi dialihkan ke kontrakan,” ungkap Madin kepada cybernewsnasional.com, Kamis (9/9/2021) di lokasi.

Dengan adanya indikasi kecurangan tersebut, masyarakat mendesak Kasudin SDA Jakarta Utara, Adrian Maulana segera melakukan pengecekan dan menghentikan sementara pekerjaan tersebut.

“Kalau saya berpendapat, Kasudin SDA yang paling bertanggungjawab atas pelaksanaan pekerjaan ini. Indikasi kecurangan terlihat sangat jelas, dimana pengawas tidak ada di tempat untuk mengawasi item pekerjaan,” tegas Dimas sebagai masyarakat, Jumat (10/9/2021).

Dimas mengatakan, Kasudin SDA harus tegas dan melakukan pemeriksaan bersama, agar terhindar dari praktek suap menyuap.

“Sudah 2 hari ini, hanya mandor saja yang saya temukan di lokasi, pelaksana atau pengawas teknik lainnya tidak ada. Papan proyek dan bedeng pekerja juga tidak ada. Proyeknya ini kalau tidak salah dari sistem e-catalogue,” ungkapnya.

Dimas juga berpendapat, metodologi pelaksanaan yang tanpa pengawasan dapat berindikasi menimbulkan kecelakaan dan keselamatan kerja. (KN)

 338 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.