RW di Panggil Polisi Gegara Anggaran Jasa Angkut Sembako

JAKARTA, MCNN – Ketua RW 8 Kelurahan Cilincing Kecamatan Cilincing Jakarta Utara Rukmiati membenarkan dengan adanya pemanggilan dari pihak Polres Metro Jakarta Utara, untuk klarifikasi terkait dugaan penyalahgunaan dana Bansos pandemi covid-19.

Pendistribusian sembako untuk warga yang terdampak covid – 19 dari Presiden melalui Kementrian Sosial ( Kemenesos ) maupun dari pemprov DKI Jakarta berjalan dengan lancar di RW 8 Kelurahan Cilicing, namun sangat di sayangkan ada dugaan anggaran dana jasa angkutan dikeluhkan oleh Rukun Tetangga ( RT ) dan staf RW yang ada di Kelurahan Cilincing Kecamatan Cilincing Jakarta Utara.

Kata Rukmiati Ketua RW 8 mengatakan” saya dipanggil ke polisi hanya klarifikasi ada laporan pengaduan dari warga, jadi saya datang ke polisi hanya sifatnya klarifikasi. Ada beberapa pertanyaan dari polisi apakah yang dinyatakan pelapor itu benar atau salah saya jawab salah dan besok saya disuruh bawa data dari pihak polisi,” kata Rukmiati di kantor sekretariatnya ( 5/7/2020 ).

Ia menjelaskan, pendistribusian sembako dari pemerintah yang melaui PD pasar jaya sudah lima kali tapi anggaran jasa angkut dari PD pasar Jaya sebesar Rp. 5000 per paket baru ditransfer ke saya baru dua kali, Kalau memang itu setiap pendistribusian ada anggarannya berarti PD Pasar Jaya masih punya hutang sama saya,” jelasnya.

Masih kata Rukmiati menegaskan, anggaran yang di tranfer ke rekening saya melaui dari PD pasar Jaya, saya sudah gunakan untuk para relawan yang membantu saya untuk menurunkan sembako sekaligus pendistribusian sembako ke RT.

” Anggaran yang di transfer dari PD pasar Jaya ke rekening saya semua sudah saya rapatkan ke sebelas RT yang ada di RW 8 dan berdasarkan kesepakatan para RT,  tapi kalau ada RT yang belum paham berarti dia tidak datang,” tegasnya.

Menurut keterangan Anggota Lembaga Masyarakat Kelurahan ( LMK ) RW 8 Kelurahan Cilincing Zaenal Khotbah menjelaskan , setiap mau ada pendistribusian sembako memang selalu di rapatkan terkait data – data yang di setiap RT. Tapi dalam setiap ada rapat tidak pernah ada pembahasan masalah anggaran yang di transper dari PD pasar Jaya mengenai anggaran jasa angkut untuk pendistribusian sembako,” jelas  H. Zaenal Khotbah.

Hal yang sama di katakan Ketua RT 04 RW 08 Rusdiyanto, memang benar setiap ada sembako yang datang selalu dirapatkan, tapi mengenai ada anggaran yang datang dan penggunaannya tidak pernah dilaporkan berapa anggaran yang sudah masuk ke rekening RW.

” Saya tidak pernah membuat kesepakatan untuk penggunaan anggaran jasa sembako yang per paketnya Rp.5000 itu dipergunakan oleh RW , ” kata Rusdiyanto

Pengurus RW Kelurahan Cilincing pun turut menyampaikan, kalau memang itu ada anggaranya tolong dikasih kepada yang ber hak yang mendapatkannya, karena saya melihat para Ketua RT setiap pendistribusian sembako ke warganya pakai anggaran sendiri. Seyogyanya alangkah baiknya anggaran tersebut diberikan kepada RT yang ada di RW 8 Kelurahan Cilincing,”  tutur pengurus RW yang tidak mau disebutkan insialnya. ( Sunarno/Eko )

Tinggalkan Balasan