Ruko di Jalan Angkasa Berdiri di Tanah Keraton Diduga Tidak Berizin

Ruko-Cybernewsnaaional.com

CIREBON, MCNN – Sekitar 12 Ruko atau kios yang berada di jalan raya Angkasa Kebon Pelok Kelurahan Kalijaga Kecamatan Harjamukti Kota Cirebon Provinsi Jawa Barat, diduga tidak memiliki Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) dari pemerintah setempat.

Demikian disampaikan sejumlah warga setempat kepada Media Cyber News Nasional (MCNN), bahwa pemilik kios atau ruko tersebut adalah salah satu warga yang berasal dari luar daerah atas nama Rusim dan sudah dibuatkan sertifikatnya.

Keraton-Cybernewsnasional.com
Kasi Ekbang Kelurahan Kalijaga, Sunarto

Dari pantuan MCNN, pembangunan kios ditengarai telah memakan sebagian sepadan jalan, karena nampak jelas jarak antara bahu jalan dengan bangunan kios diperkirakan hanya berjarak beberapa centi meter saja.

Diperoleh keterangan dari salah satu tokoh masyarakat setempat yang tidak mau ditulis namanya, kios tersebut berdiri diatas tanah milik Keraton Kanoman Cirebon, yang semestinya tidak boleh diperjual belikan.

Masih menurutnya bahwa tanah keraton merupakan tanah cagar budaya yang mestinya dilestarikan dan dipertahankan keberadaannya.

Sementara menurut Kasi Ekbang Kelurahan Kalijaga, Sunarto mengatakan, bahwa pihaknya sudah tiga kali menerima tembusan surat undangan dari Dinas PUPR Kota Cirebon yang ditujukan kepada pemilik kios yakni Rusim.

“Isi surat itu terkait teguran bahwa bangunan kios milik Rusim telah menyalahi aturan, Karena telah memakan bagian sepadan jalan,tapi kami tidak tahu terkait kelanjutan dari surat itu.” ujar Sunarto, Selasa (01/12/2020).

Anak pemilik kios sendiri yakni Rian (25) saat dimintai keterangannya terkait status tanah tersebut, dirinya mengaku tidak mengetahui persis alur permasalahan tanah milik bapaknya tersebut.

“Saya tidak tahu persis jalan ceritanya terkait tanah itu, yang jelas tanah itu sudah dibeli dan sudah disertifikatkan atas nama bapak saya Rusim.”terang Rian.

Rian sendiri menyarankan agar awak Media Cyber News Nasional (MCNN) menemui Toni mantan ketua RT setempat, yang dianggapnya lebih mengetahui perjalanan tanah yang sekarang telah dibeli oleh bapaknya tersebut.

“Tanah itu dibeli dari pihak keraton sekitar tahun 2018 lalu tapi saya tidak tahu nilainya penjualannya.”ucap Toni saat ditemui disebuah warung yang tidak jauh dari komplek Keraton Kanoman. Selasa (01/12/2020).

Lebih lanjut Toni menjelaskan, bahwa sepengetahuanya, penjualan tanah Keraton tersebut terjadi pada tahun 2018, sebelum Pangeran Raja Imamudin wafat.

“Ya waktu itu pangeran Raja Imamudin sedang dalam keadaan sakit, sehingga beliau membutuhkan dana untuk biaya pengobatanya.”pungkasnya. (Bisri).

 444 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan