PUPR Banten Diskusi Persoalan Danau, Ajak Masyarakat Jaga dan Kelola

Diskusi Temu Komunitas Peduli Sungai dan Situ bersama PUPR Provinsi Banten berlokasi di Banksa Suci. (Foto Supriyadi Cybernewsnasional.com)

KOTA TANGERANG, MCNN–Diskusi tentang manfaat dan pengelolaan Situ (Danau) yang ada di Banten digelar oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) provinsi Banten bersama Komunitas Peduli Sungai dan Situ serta Mahasiswa pada Jumat (27/11/2020) malam.

Acara yang digelar di alam terbuka tepian Sungai Cisadane menghadirkan 3 narasumber dengan ragam latar belakang.

1. Dr. Ir. Mochamad Tranggono, M.Sc, yang baru setahun ini menjabat selaku Kepala Dinas PUPR Banten.

2. Dari sisi akademisi dan juga pemerhati sosial lingkungan, Bambang Kurniawan, S. Sos M.Si Rektor STISIP Yuppentek yang juga menjabat Direktur Lembaga Studi dan Kajian Strategis Indonesia.

3. Selaku tuan rumah, Direktur Eksekutif Banksa Suci (Bank Sampah Sungai Cisadane) Ade Yunus.

Dalam diskusi tersebut Kepala Dinas PUPR memaparkan persoalan pengelolaan 137 situ yang ada di Provinsi Banten, dan saat ini pemerintah daerah mendapatkan dukungan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait hal tersebut.

“Contohnya persoalan terkait hak pengelolaan Situ Cipondoh, sebenarnya hak pengelolaannya ada di Kita, menurut informasi bahwa Situ Cipondoh sudah digadaikan oleh perusahaan, alhamdulillah kita mendapatkan dukungan dari KPK, sekarang kami punya tugas untuk melakukan identifikasi, kedua sertifikasi, ketiga kami melakukan optimasi di 137 Situ yang ada di Provinsi Banten” jelas Moch. Tranggono dihadapan para peserta diskusi.

Dengan persoalan tersebut, kedepan Mochammad Tranggono berharap adanya kolaborasi antara Komunitas dengan pemerintah daerah dalam mengelola Situ kedepannya.

“Jujur dalam melakukan optimasi kami (pemerintah daerah-red) tidak bisa melakukannya sendiri, kami berharap adanya peran serta masyarakat yang diwakili oleh komunitas di sini bisa membantu kita dalam memelihara Situ, agar Situ kedepannya tidak hanya menjadi tempat buangan (penampungan limbah air-red),” ungkap Tranggono.

Kepala Dinas PUPR Banten Mochamad Tranggono saat berdiskusi di ruangan dengan Bambang Kurniawan Rektor Stisip Yuppentek. (Foto Supriyadi Cybernewsnasional.com)

Dalam kesempatan ini Bambang Kurniawan mengusulkan kepada pemerintah daerah melakukan kajian terlebih dulu sebelum memberikan pengelolaan Situ kepada masyarakat. Dan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan Situ.

“Sudah jadi rahasia umum dalam pengelolaan Situ masyarakat saling sikut menyikut, saya menyarankan kepada Bapak Tranggono supaya dibuat kajianlah, 1 pilot project saja bagaimana pengelolaan Situ berbasis masyarakat, kajian sosiologi penting dalam hal ini,” Ungkap Bambang Kurniawan.

Direktur Eksekutif Banksa Suci, Ade Yunus dalam diskusi ini mengatakan pentingnya inventarisasi dan pengumpulan data Situ yang ada di provinsi. Melihat beberapa Situ telah dimiliki oleh pihak swasta dan Luas Situ yang berkurang serta mengalami rusak.

“Contoh kasusnya Situ Sulang di Sepatan Timur yang sudah berubah menjadi permukiman, maka perlu inventarisasi dan pengumpulan data Situ yang ada di provinsi, selanjutnya dilakukan pengamanan, selain dipasang plang sebaiknya juga dilakukan pemagaran,” jelasnya.

Selanjutnya Ade Yunus mengajak peserta Diskusi berperan aktif dan berpartisipasi dalam pengelolaan Situ sebagai penggiat lingkungan.

“Kita kembangkan potensi wisata dari Situ yang ada, kita konservasi Situ lalu kita lakukan pendampingan kepada masyarakat di sekitar Situ, wilayah sekitar jika menjadi kampung konservasi wisata bisa menjadikan Pendapatan Asli Daerah, kita buat event-event periodik bisa menjadi potensi wisata, selain menjadi wisata, dengan ini Situ pun terjaga,” Ujar Ade.

(Ups)

 507 kali dilihat,  4 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan