PT. KAI Bersama Pemrov DKI Bongkar Lokalisasi Royal

Jakarta. MCNN – PT. Kereta Api Indonesia ( KAI ) bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalukan pembongkaran 112 bangunan liar dengan mengerahkan ratusan petugas dari Satpol PP, Polsus KAI, TNI dan Polri , di lokalisasi Royal Jalan Rawa Bebek Kecamatan Penjaringan Jakarta Utara, Selasa (08/12)

Humas PT. KAI Daop I Jakarta Eva Chairunisa mengatakan, dalam hal penertiban yang dilakukan PT. KAI ini sudah dikoordinasikan dengan pihak pemda dan memang kita selalu bersinergi dengan Pemerintah Daerah.

” Dengan hasil penertiban ini, maka akan kita pagar untuk keselamatan perjalanan kereta api dan warga sekitar,” kata Eva di lokasi penertiban.

Selain itu ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak membangun dilokasi PT.KAI dan ini sesuai dengan undang undang, bahwa memang harus ada jalur aman jalur bebas untuk perlintasan kereta api itu sendiri,”Imbaunya.

Ditempat yang sama Kepala Satuan Polisi Pamong Praja ( Kasatpol PP ) Provinsi DKI Jakarta Arifin menegaskan kita mengembalikan pungsi lahan milik dari pada kereta api, dimana ada pemanfaatan yang diluar dari pada ketentuan. Apa lagi digunakan sebagai tempat cafe – cafe , bahkan ada yang menyampaikan kegiatan asusila dan sebagainya ditempat tersebut.

” Tetapi dari semua itu pada intinya adalah kita ingin mengembalikan pungsi lahan yg di miliki oleh PT. KAI, jadi kita bersinergi berkolaborasi dengan PT. KAI untuk mengembalikan pungsi lahannya,” katanya

Sebenarnya menurut Arifin pada bulan Februari pernah dilakukan penertiban oleh pemerintah Jakarta Utara dengan melakukan penyegelan dan penutupan, namun kenyataanya mereka kembali melakukan aktivitas.

” Dengan penertiban ini kita memastikan bahwa tempat ini tidak lagi digunakan, karena kegiatan yang mereka lakukan illegal, segala aktifitasnya tidak ada perijinan dan kegiatan tersebut mengarah kerawanan sosial dimasyarakat,” jelasnya.

Kegiatan penertiban ini dilakukan atas rekomendasi pengaduan dan banyaknya keluhan masyarakat disekitar. Setelah penertiban, kita kembalikan ke pihak PT.KAI dalam rangka pemanfaatannya, apakah disitu untuk aktifitas jalur hijau atau taman dan sebagainya, karena lahan ini merupakan asset KAI.

” Arifin pinta kepada yang memakai lahan tersebut, untuk secara sadar dan bertanggung jawab tidak lagi membangun  diwilayah area PT. KAI, karena lahan tersebut merupakan lahan pengaman untuk jalur kereta api,” pintanya. ( Eko/ Sunarno )

 366 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan