PT.Freetrend PHK Buruh Ditengah Pandemi Covid-19

PHK-Cybernewsnasional.com

TANGERANG, MCNN – Perusahaan Multi  National  Corporate (MNC) PT.  Freetrend   PHK Buruh ditengah Pandemi Covid-19, hal ini disampaikan oleh team tujuh,kuasa hukum dari pihak pekerja PT.Freetrend melalui Press Realease. Senin (13/07/2020).

PT.  Freetrend yang  beralamat  di  Kawasan  Industri  Cidurian Kampung  Kalanturan  RT.  01/02  Jl.  Raya  Serang  KM.25,  Desa  Sentul,  Kecamatan  Balaraja, Kabupaten  Tangerang  15610,  yang  memproduksi  Sepatu  dengan merk New  Balance melakukan  PHK  dengan  memberikan  hak  pesangon  1  Kali  berdasar  ketentuan  Pasal  156  Ayat (2),  satu  kali  ketentuan  Pasal  156  Ayat  (3),  dan  satu  kali  ketentuan  Pasal  156  Ayat  (4)  dapat diartikan  dasar  perusahaan  menggunakan  ketentuan  Pasal  164  Ayat  (1).

“Hal  ini  yang menjadi  dasar kami untuk memperjuangkan  hak  klien  kami  di  PT.  Freetrend,” tegas kuasa hukum.

Kuasa Hukum PT.  Freetrend juga menjelsakan bahwa bukan merupakan rahasia  lagi  ribuan  buruh  kehilangan  pekerjaan,  sementara simpangsiur  jumlah  buruh  yang terkena  dampak  langsung  maupun  tidak  langsung,  baik  itu  yang  dirumahkan  dan/ atau  diputus hubungan  kerjanya  oleh  perusahaan  dengan  alasan  sebagai  langkah  kebijakan  upaya penyelamatan  perusahaan,  tidak  diketahui  jumlahnya  secara  pasti.

Dimasa pandemi Covid-19   pemerintah  tidak  mampu  menekan  langkah  perusahaan  menurunkan hak  buruh  hingga  terjadi  Pemutusan  Hubungan  Kerja  (PHK),  bahkan  PHK  terjadi  pada beberapa  perusahaan  MNC  “Multi  National  Corporate”  seperti  PT.  Victory  Ching  Luh  Indonesia, PT.  Shyang  You Fung  yang  semuanya  membayar  hak  buruhnya  berdasar  pada  ketentuan  Pasal 164  Ayat  (3)  dengan  rincian  perusahaan  memberikan  hak  pesangon  sebesar  2  (dua)  kali berdasar  ketentuan  Pasal  156  Ayat  (2),  satu  kali  ketentuan  Pasal  156  Ayat  (3),  dan  satu  kali ketentuan  Pasal  156  Ayat  (4)  Undang-Undang  Republik  Indonesia  Nomor  13  Tahun  2003 tentang  Ketenagakerjaan.

Disisi  lainnya  hampir  semua  karyawan  di  PT.  Freetrend  terikat  dengan  perjanjian hutang  piutang  dengan  perbankan,  hal  ini  akan  menambah  derita  baru  dimana  uang  pesangon tidak  mencukupi  membayar  hutang  apalagi  dimasa  pandemi Covid-19  ini  tentuanya  akan  sulit  mencari lapangan  pekerjaan  baru.

Bagi  mereka  yang  tidak  tahu  atau  tidak  mau  tahu,  menganggap  tidak  menjadi  masalah selama  mendapatkan  pesangon,  namun  disisi  lainnya  mereka  tidak  sadar  dimasa  sulit  ini mereka  kehilangan  pekerjaan  dan  hukum  perbankan  akan  berjalan,  menyayangkan  banyak yang  belum  sadar  akan  hal  itu  dan  menjadi  warning  serta  tidak  menutup  kemungkinan  buruh buruh  yang  ter  PHK  di  PT.  Freetrend  kedepannya  akan  menghadapi  gugatan perdata  dari pihak  perbankan  atau  ada  sita  dari  pihak  Perbankan.

Jaminan  kartu  ATM,  kartu BPJS, surat BPKB  kendaraan  bahkan  meminta  jaminan  sertifikat  berharga sebagian  sudah  terjadi,  bahkan  pembayaran  pesangon  tidak  menutup  kemungkinan  akan  di hold/ auto  debet  oleh  pihak  perbankan.

Menolak  PHK  tak  berdaya,  melawan  PHK  tak  kuasa  mungkin  pepatah  yang  tepat  untuk saat  ini,  PHK  berdasar  pada  ketentuan  sebagaimana  dimaksud  dalam  Pasal  164  Ayat  (3)  yang selengkapnya  disebutkan; pengusaha  dapat  melakukan  pemutusan  hubungan  kerja terhadap  pekerja/buruh  karena  perusahaan  tutup  bukan  karena  mengalami  kerugian  2  (dua) tahun  berturut  turut  atau  bukan  karena  keadaan  memaksa  (force  major)  tetapi  perusahaan melakukan  efesiensi,  dengan  ketentuan  pekerja/buruh  berhak  atas  uang  pesangon  sebesar  2 (dua)  kali  ketentuan  Pasal  156  ayat  (2),  uang  penghargaan  masa  kerja  sebesar  1  (satu)  kali ketentuan  Pasal  156  ayat  (3)  dan  uang  penggantian  hak  sesuai  ketentuan  Pasal  156  ayat  (4).

Terhadap  ketentuan  Pasal  164  Ayat  (3)  UUK  telah  dimohonkan  untuk  diuji    materi  ke Mahkamah  Konstitusi  (MK)  yang  tercatat  dalam  register  No.  19/PUU-IX/2011,  menurut Mahkamah  kaidah  Pemutusan  Hubungan  Kerja  yang  terkandung  dalam  Pasal  151  Ayat  (1) Undang-Undang  Republik  Indonesia  Nomor  13  Tahun  2003  tentang  Ketenagakerjaan,  dalam  hal pengusaha  mengambil  kebijakan  melakukan  Pemutusan  Hubungan  Kerja  (PHK)  dengan  alasan efisiensi  harus  terlebih  dahulu  melakukan  upaya-upaya;
1.  Mengurangi  upah  dan  fasilitas  pekerja  tingkat  atas,  misalnya  tingkat  manajer  dan direktur;
2.  Mengurangi  shift;
3.  Membatasi/menghapus  jam  kerja  lembur;
4.  Mengurangi  jam  Kerja;
5.  Mengurangi  hari  Kerja;
6.  Meliburkan  atau  merumahkan  pekerja/buruh  secara  bergilir  untuk  sementara  waktu;
7.  Tidak  untuk  memperpanjang  ontrak  bagi  pekerja  yang  sudah  habis  masa  kontraknya;
8.  Memberikan  Pensiun  bagi  yang  sudah  memenuhi  syarat;

Hal  ini  Mahkamah  perlu  menghilangkan  ketidakpastian  hukum  yang  terkandung  dalam norma    Pasal  164  Ayat  (3)  UUK  tetap  konstitusional  sepanjang  dimaknai  perusahaan  tutup permanen  atau  untuk  tidak  sementara  waktu,  dengan  kata  lain  frasa  “perusahaan  tutup” tersebut  bertentangan  dengan  Undang-Undang  Dasar  1945  sepanjang  tidak  dimaknai perusahaan  tutup  permanen  atau  untuk  tidak  sementara  waktu”.

Sangat  disayangkan  jika  ada  kesepakatan  PHK  yang  haknya  tidak  sesuai  dengan ketentuan  ketenagakerjaan  sekalipun  perusahaan  mau  memberikan  2  kali  ketentuan  Pasal  156 ayat  (2),  satu  kali  ketentuan  Pasal  156  Ayat  (3),  satu  kali  ketentuan  Pasal  156  Ayat  (4)  dan perlu  diuji  secara  yuridis  karena  tahapan  tahapan  PHK  bukan  hanya  berunding  namun  upaya penyelamatan  belum  dilakukan  sesuai  dengan  tahapan  tahapan  apalagi  PT.  Freetrend  hanya mau  membayar  1  kali  dan  berdasarkan  keterangan  dari  beberapa  sumber  yang  tentunya  tidak kami  sebut  bahwa  PT.  Freetrend  mampu  membayar  sesuai  aturan  ketenagakerjaan. (Red).

Sumber berita : Press Realease Kuasa Hukum Pekerja PT.  Freetrend.

Tinggalkan Balasan