Polisi Bekuk Sindikat Penjualan BPKB Hasil Tindak Kejahatan

Jakarta, MCNN — Sindikat jual beli Bukti Pemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB) hasil kejahatan diringkus Polisi.

Kasus yang ditangani Tim Garuda Polresta Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) ini berhasil mengamankan empat orang pelaku, terdiri dari dua orang laki-laki dan dua orang perempuan. Mereka ditangkap sesuai dengan perannya masing-masing.

Para tersangka berinisial “N” (45 thn), “CM” (26 thn), “F” (26 thn) pelaku jual beli, dan “S” berperan sebagai pembeli dokumen hasil kejahatan tersebut. Mereka diamankan di Area Kargo Bandara Soetta saat sedang melakukan transaksi.

Kapolresta Bandara Soetta Komisaris Besar Polisi Adi Ferdian Saputra dalam Jumpa Pers, Selasa (10/3/2020) mengatakan kasus ini terjadi pada tanggal 10 Januari 2020 lalu, penangkapan tersebut berawal dari adanya informasi masyarakat bahwa akan terjadi transaksi jual beli dokumen STNK dan BPKB di Area Terminal Kargo Bandara.

“Dari penangkapan, kami (Polisi-red) mengamankan pelaku dua orang pria dan satu orang wanita. Setelah dilakukan pengembangan didapatkan lagi satu orang tersangka lainnya seorang wanita,” ujar, Kapolres.

Lebih dalam kata Kapolres, Modus para tersangka ini mendapatkan BPKB dari hasil kejahatan pencurian pada rumah kosong dan pecah kaca mobil, Kemudian BPKB tersebut diperjualbelikan, sebagian ada yang di jadikan sebagai jaminan pada bank perkreditan setelah mendapatkan dana mereka kemudian kabur melarikan diri.

“Dalam kasus ini masih ada satu pelaku yang ditetapkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO),” kata, Kombes Adi.

Barang bukti yang diamankan dari para pelaku sebanyak 7 (tujuh) buku BPKB. Tiga diantaranya pada saat konferesi pers berlangsung diserahkan pada pemilik aslinya yaitu Imam Chambali,  Denny, dan Danang Budi Nugroho di Taman Integritas Polresta Bandara Soetta.

Atas perbuatannya para pelaku sindikat pemalsu dan jual beli buku BPKB ini dijarat dengan Pasal 263 ayat (2) KUHP atau 480 KUHP jo 55, dengan ancaman hukuman 6 (enam) tahun penjara.

“Untuk kasus ini tidak berhenti disini, masih terus kami dalami, guna menangkap tersangka lainnya, termasuk pencuriannya, karena dua diantara pelaku ini adalah residivis yang bebas bersyarat di tahun 2019, dengan kasus yang sama yaitu pemalsuan dokumen kependudukan,” tandas, Kapolres. (Asep)

 44 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan