Petani Di dua Kecamatan Khawatir Gagal Panen, PUPR Akan Segera Perbaiki Tanggul Rusak

Bekasi, MCNN.COM – Jebolnya bantaran sungai irigasi yang yang mengaliri area persawahan di kelurahan Kertasari kecamatan Pebayuran dan desa Kedungwaringin kecamatan Kedungwaringin kabupaten Bekasi, menyisakan kecemasan bagi para petani.

Petani di dua wilayah tersebut mengkhawatirkan jika air datang maka daerah hulu akan kebanjiran sedangkan daerah hilir akan kekeringan dan mengakibatkan rusaknya bibit padi yang baru beberapa bulan ditanam oleh para petani di daerah tersebut.

Banjir besar akibat intensitas hujan beberapa hari sebelumnya mengakibatkan debit air sungai Irigasi meluap di beberapa titik, bahkan tanggul tidak bisa menahan debita air sehingga mengalami kerusakan parah.

” jebolanya cukup besar hampir 16 meter, bagaimana kalau hujan datang lagi, air pasti akan langsung masuk ke persawahan dan rusak tanaman padi petani disini,” kata Yayan seorang petani di Kertasari.

Hal senada dikatakan oleh Nissan ketua Rukun Warga 01 kampung Tambun, ” kalau tidak diperbaiki segera kami yakin daerah hulu akan kebanjiran sementara hilir kekeringan sebab air pasti akan masuk ke area persawahan yang tanggulnya rusak di daerah hulu , bisa gagal panen, jelasnya ( 13/02/2021).

Nayu Kulsum  salah staff  Dinas Petanian Kabupaten Bekasi  mengatakan bahwa saluran primer kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai ( BBWS ) atau PUPR untuk proses perbaikanya.

” Itu kewenangan BBWS dan PUPR sebab itu sungai primer,’ jelasnya ketika dihubungi MCNN.COM, Sabtu ( 13/02/2021).

Sementara itu Kepala Bidang PUPR kabupaten Bekasi berjanji akan segera meninjau dan memperbaiki tanggul yang rusak.

” Kita akan tinjau dan segera memperbaiki sebab itu memang kewenangan kami,” jelasnya ( 13/02/2021)

Menyikapi masalah tersebut anggota DPRD FPKS Mustakim, mengatakan bahwa dirinya akan berkoordinasi dengan dinas terkait bagaimana petani bisa mendapapatkan bibit gratis supaya panen tidak memgalami kegagalan.

” Kita akan koordinasi dengan Dinas pertanian dan jangan sampai petani kita di kabupaten Bekasi mengalami kesulitan dalam pengadaan bibit dan pupuk karena musibah banjir tersebut,” jelasnya ( 13/02/2021).

Sering banjirnya area pertanian di kecamatan Kedungwaringin dan Pebayuran akibat jebolnya sungai Irigasi, disebabkan oleh adanya pendangkalan sungai oleh lumpur , sehingga ketika air datang dalam jumlah yang banyak aliran sungai tidak bisa menampung debit air yang melimpah.

” Lumpurnya banyak sekali, sungai jadi dangkal dan menyempit” jelas Nissan salah seorang petani di desa Kertasari , Pebayuran.* ( Apen /Ali)

 

 

 640 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan