Persiapan Pilkada Serentak 2024 di Tangerang, Ketua Gawat Angkat Bicara

Pilkada Tangerang
Ketua Gabungan Wartawan Tangerang (GAWAT), Supriyanta.

KOTA TANGERANG, Cybernewsnasional.com Pemilihan kepala daerah (Pilkada) akan segera diselenggarakan. Pada 27 November 2024, Komisi Pemilihan Umum (KPU) bersama Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) akan menyelenggarakan Pilkada serentak di seluruh Indonesia.

Persiapan penyelenggaraan Pilkada serentak 2024 sedang berlangsung intensif, termasuk proses pendaftaran peserta Pilkada di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota.

Ketua Gabungan Wartawan Tangerang (GAWAT), Supriyanta, menjelaskan bahwa peserta Pilkada terdiri dari pasangan calon kepala daerah dan calon wakil kepala daerah yang diusulkan oleh partai politik, gabungan partai politik, atau perseorangan yang mendaftar ke KPU.

“Untuk menjadi calon kepala daerah dan wakil kepala daerah harus bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, setia kepada Pancasila, UUD 1945, cita-cita Proklamasi 17 Agustus 1945, dan NKRI,” kata Supriyanta, Sabtu (25/05/2024).

Persyaratan lain termasuk pendidikan minimal sekolah lanjutan tingkat atas atau sederajat, usia minimal 30 tahun untuk calon gubernur dan wakil gubernur, serta 25 tahun untuk calon bupati, wakil bupati, walikota, dan wakil walikota. Calon juga harus sehat jasmani dan rohani, bebas dari penyalahgunaan narkotika, dan tidak pernah terlibat tindak pidana yang telah memiliki kekuatan hukum tetap.

Selain itu, calon tidak boleh sedang dicabut hak pilihnya, tidak pernah melakukan perbuatan tercela, dan harus menyerahkan daftar kekayaan pribadi. Mereka juga harus memiliki NPWP dan laporan pajak pribadi, serta tidak memiliki tanggungan utang yang merugikan keuangan negara.

“Calon yang pernah menjabat dua kali sebagai gubernur, wakil gubernur, bupati, wakil bupati, walikota, dan wakil walikota dalam jabatan yang sama tidak bisa mencalonkan diri lagi,” jelas Supriyanta.

Persyaratan tersebut diatur dalam Pasal 7 UU Nomor 10 Tahun 2016, yang menjamin setiap warga negara memiliki kesempatan yang sama untuk mencalonkan diri sebagai kepala daerah dan wakil kepala daerah. Supriyanta menegaskan bahwa aturan ini dibuat untuk memastikan integritas dan kapabilitas calon yang akan memimpin daerahnya.

***(Arno)***

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.