Pergeseran Tanah, Warga Butuh Penjelasan Tim Geologi 

Sukabumi. MCNN – Pergeseran tanah di RT. 01, 02, 03, RW. 02 Kampung Ciherang Desa Cijangkar Kecamatan Nyalindung Kabupaten Sukabumi membuat warga cemas dan waswas. Karena Tim Geologi yang sudah 2 bulan di tunggu tak kunjung datang.

Menurut keterangan Koordinator Pusdalops BPBD Kabupaten sukabumi Daeng Sutisna mengatakan, berdasarkan laporan Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK), pergeseran tanah terjadi pada hari Minggu (13 Desember 2020) sekitar pukul 18.00 WIB saat terjadi hujan deras dengan waktu yang cukup lama.

” Sampai dengan saat ini pergeseran tanah terus bertambah sehingga 45 rumah rusak dan 20 rusak parah. Untuk data sementara di 3 RT, ada 161 jiwa kehilangan tempat tinggal khususnya di RW. 02 Desa Cijangkar,” tutur Daeng Sutisna saat dimintai konfirmasinya oleh awak media MCNN, Kamis (11/02).

Dengan itu Daeng menjelaskan, pergeseran tanah masih terus terjadi dan makin meluas, maka dengan itu Pemerintah Kabupaten Sukabumi telah berupaya merelokasi korban dan warga lain ke tempat sementara di SD Ciherang untuk mengantisipasi jatuhnya korban atas pergeseran tanah tambahan yang mungkin terjadi,” jelasnya.

Kepala Desa Cijangkar Heri Suherlan berharap, agar pemerintah segera menurunkan Tim Geologi supaya bisa diketahui persis penyebab pergeseran tanah , supaya bisa menentukan titik tepat dimana warga akan di relokasi.

“Kami sudah mengajukan permohonan kepada Pihak PTPN 8 khususnya di  blok 54 untuk bisa dijadikan tempat Relokasi warga yang menjadi korban, dan saat ini sedang menunggu jawaban dari PTPN Pusat, “ ungkap Heri.

Kami berharap pemerintah untuk segera mengirimkan tim Geologi kesini agar kami mendapat kejelasan atas kejadian yang menimpa, dan bisa menentukan aman tidaknya wilayah tempat yang akan di jadikan tempat relokasi korban bencana, sekali lagi kami mohon karena sudah 2 bulan kami menunggu tim untuk datang “ tambahnya.

Diketahui Kapolsek Nyalindung Agung Khunaeni bersama Camat Nyalindung Ana Rudian Nugraha memantau lokasi kejadian, dari beberapa organisasi kemasyarakatan juga banyak yang memberi bantuan wujud kepedulian seperti Ormas Sapujagad, ACT, Bimba Jaya dan organisasi kemasyarakat lainnya yang bergerak di bidang kemanusiaan.

Salah satu warga berharap, pemerintah benar-benar peduli dengan kami untuk memohon dapat bantuan tempat tinggal yang layak,” ujar Yati salah satu korban bencana ini.

(Azhari)

 194 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan